Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Rekonsolidasi Strategi Kebudayaan Nasional (10)
Pluralitas Masyarakat Nusantara
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Cikal bakal Indonesia terbentuk bukan baru di abad modern ketika kolonialisme meninggalkan tanah air. Bukan pula ketika Indonesia mulai bersentuhan dengan agama Hindu yang berasal dari anak benua India atau agama Islam yang berasal dari Timur Tengah.
Jauh sebelumnya sudah ada cikal bakal Indonesia. Bahkan Indonesia juga mengenal prasejaraha sudah, yang ikut membentuk terwujudnya kondisi obyektif bangsa ini. Namun yang lebih popular di masa lampau sebeluk Indonesia menjadi nama bangsa dan negara ialah Kepulauan Nusantara.
Baca juga : Memahami Background Indonesia (2)
Bukti-bukti arkeologis dan antropologis menunjukkan adanya aktifitas manusia prasejarah di kawasan yang bernama Kepulauuan Nusantara. Ditemukannnya beberapa fosil manusia purba, seperti Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran), Pithecanthropus Robustus (Trinil), Pithecanthropus Erectus (Homo Erectus), Pithecanthropus Dubius (Jetis), Pithecanthropus Mojokertensis (Perning), Homo Javanensis (Sambung Macan), Homo Soloensis (Ngandong), Homo Sapiens Archaic. Homo Sapiens Neandertahlman Asia, Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung), dan Homo Modernman.
Analisis kehidupan manusia purba Indonesia menunjukkan adanya aktifitas budaya dan peradaban, sehingga sulit untuk mengatakan bahwa Hindu dan Islam yang begitu banyak memberi bekas di dalam seni, budaya, dan peradaban nusantara, seolah-olah memasuki ruang yang hampa budaya sehingga merekalah yang mengisi kekosongan itu.
Baca juga : Memahami Background Indonesia (1)
Bukti lain menujukkan sistem religi sudah dikenal di kawasan ini. Bahkan sejumlah daerah sudah mengenal konsep Ketuhanan Yang Maha Esa, seperti di Sulawesi sudah sejak lama mengenal konsep Dewata Sewwae. Itulah sebabnya Islam begitu mudah diterima sebagai agama mayoritas di tanah air kerena sudah menemukan pangkalan pendaratannya. Para raja serta merta memeluk agama Islam kerena dianggapnya bagian dari kelanjutan dari sistem religi mereka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.