Dark/Light Mode

Analisis ASOCA, Geostrategi Memperkuat Pemimpin Cerdas

Jumat, 28 Juli 2023 06:31 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Dalam konteks geostrategi, ASOCA dapat menjadi alat untuk menemukan strategi pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan negara. Ini memberikan perspektif yang lebih luas dengan mengintegrasikan kemampuan, kekuatan, peluang, budaya, dan kecerdasan.

Selain itu ASOCA juga menjadi sebuah dokumen pemikiran pertama yang merepresentasikan budaya dan kecerdasan, sebagai sejarah awal konsepsi pengambilan keputusan untuk pemimpin yang cerdas. Maka di konsepsi ini budaya dan kemimpinan yang cerdas, menjadi proses terhadap tata kelola pemerintahan yang ideal.

Dalam tata kelola pemerintahan yang ideal, dengan demikian aspek budaya mengacu pada nilai-nilai, norma, dan keyakinan yang membentuk cara kerja dan sikap di dalam lingkungan pemerintahan.

Baca juga : Pesan Geopolitik Indonesia Menjaga Dunia

Di sinilah ASOCA menjabarkan bahwa budaya memainkan peran yang signifikan dalam tata kelola pemerintahan. ASOCA pun semakin mengajak menukik memahami: budaya yang baik dalam pemerintahan berarti mengedepankan integritas, profesionalisme, partisipasi publik, dan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Sedangkan budaya yang buruk dalam pemerintahan dapat menyebabkan kegagalan sistemik. Korupsi, nepotisme, dan praktek-praktek tidak etis. Semua ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, dan menghalangi perkembangan negara. Budaya yang otoriter, atau tidak inklusif, dapat menghambat partisipasi warga negara dan mengurangi kualitas kebijakan yang dihasilkan.

Untuk menciptakan dan mempertahankan budaya yang baik dalam lembaga Pemerintah, langkah-langkah harus diambil, antara lain pemimpin menunjukkan contoh yang baik dalam integritas, transparansi, dan etika kerja. Dengan menyebut contoh teladan itu, oleh karenanya kecerdasan pemimpin menjadi kualitas penting pemimpin yang efektif.

Baca juga : Memilih Pemimpin Berpengetahuan Geopolitik Dan Geostrategi Indonesia

Cerdas ini baik mencakup cerdas intelektual, cerdas eomisonal, maupun cerdas spiritual. Dalam aspek cerdas intelektual, dalam kapasitas intelektual ini pimpin mampu berpikir kritis. Berani mengatasi tantangan kompleks, mengambil keputusan yang baik berdasarkan data dan informasi yang ada, serta berpikir strategis.

Sedangkan dalam aspek kecerdasan emosional, membuat pemimpin tetap tenang dalam situasi sulit. Juga peka terhadap dinamika kelompok, dan bisa mengelola konflik dengan bijaksana. Selain itu ketika pemimpin punya kecerdasan spiritual, ia pun memiliki visi, prinsip-prinsip yang kuat, dan mampu menginspirasi orang lain untuk bergerak menuju visi tersebut.

Dengan ASOCA maka terlihatlah sampai sejauh mana pemimpin cerdas, dan berani membawa perubahan yang berarti. Serta sampai sejauh ia teladan bagi rakyat menuju masa depan yang lebih baik. Dukunglah dan kembangkanlah pemimpin semacam itu untuk kemajuan masyarakat.

Baca juga : Koalisi Tergantung Pemilihan Cawapres

Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Dirjen Sospol Depdagri RI, Rektor IPDN, Gubernur Lemhannas RI, dan saat ini Dewan Pakar Bidang Geopolitik dan Geostrategi BPIP RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.