Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Bebeda dengan logos yang memandang alam ini sebagai obyek dan manusia sebagai subyek. Bahkan masyarakat modern mengesankan manusia bukan bagian dari alam, dengan kata lain alam hanyalah obyek garapan manusia dalam upaya mencapai kesejahteraan hidup secara maksimum.
Ada kesan, semenjak dunia logos mengalami perkembangan pesat di dunia barat, manusia berhak untuk melakukan ‘balas dendam’ setelah sekian lama alam memperbudak dirinya. Gunung yang semula dipuja tiba-tiba ditaklikkan dengan menancapkan bendera kemenangan di puncaknya.
Baca juga : Mencontoh Ketegasan Umar Ibn Abdul Aziz Terhadap Korupsi
Goa yang dalam dan hitam ditembus sampai ke ujung, kedalaman laut ditaklukkan dengan kapal penyelam, ombak bisar diselancari, bulan dan planet lain didarati, pohon rindang yang disakralkan dibakar dan dimusnahkan lalu ditanami tanaman industri, dan dengan alat-alat berat gunung-gunung diratakan atau dipindahkan untuk menimbun pantai. Dunia logos betul-betul bukan hanya mendesakralisasi alam tetapi mengeksploitasi melampaui ambang daya dukungnya.
Akibatnya sumber-sumber alam yang tak terbarukan dieksploitasi dengan cara-cara yang tidak bermoral. Hutan-hutan yang merupakan paru-paru dunia dibakar tanpa sedikitpun bertenggang rasa dengan ribuan fauna dan flora. Bumi dibor sedalam-dalamnya untuk menguras minyak, batubara, dan aneka tambang di dalamnya. Sungai-sungai dibendung dengan menenggelamkan lahan kehidupan para petani kecil. Kapal-kapal pukat harimau dan bom-bom ikan bertebaran di tengah laut untuk mengangkat ikan-ikan di dasar laut.
Baca juga : Mencontoh Ketegasan Umar Ibn Khathab Terhadap Korupsi
Kerusakan alam yang bisa berakibat fatal, mengancam kelangsungan hidup umat manusia, harus segera diatasi dengan menghadirkan kesadaran global baru (new global cociousness).
Persoalan lingkungan jelas tidak bisa diselesaikan oleh hanya sekelompok negara, atau hanya oleh pejabat lingkungan hidup, tetapi diperlukan sesadaran kolektif dan konperhensif dengan melibatkan seluruh disiplin ilmu, termasuk teologi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.