Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Teologi Lingkungan Hidup (125)

Memahami Dalil-dalil Lingkungan Hidup: Kerikil Pun Bertasbih

Minggu, 4 Februari 2024 05:30 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Bertasbih bukan hanya mengucapkan kata subhanallah tetapi mensucikan Allah SWT dalam hati dan pikiran. Mensucukan Allah SWT dengan hati dan pikirian artinya menghilangkan semua asumsi dan pikiran negatif kita terhadap Allah SWT. Tidak boleh sedikitpun rasa kecewa dan pikiran tidak positif terhadap Allah SWT. Misalnya kita selalu memohon rezki dan Kesehatan tetapi yang muncul adalah kemelaratan dan penyakit. Kita memohon kebahagiaan dan ketenangan tetapi yang muncul adalah kesengsaraan dan ketegangan. Semuanya harus dibersihkan dari jiwa dan pikiran kita. Lebih dari itu, kita pun juga harus mensucikan asumsi dan pikiran positif kita kepada-Nya. Sehebat apapun asumsi dan pikiran kita kepada-Nya pasti Allah SWT lebih dari itu, karena kata Jalaluddin Rumi, “manusia bagaikan sebuah piala untuk menampung samudera,” artinya sehebat apapun asumsi dan pikiran kita terhadap-Nya, tetntu Ia jauh lebih besar dari asumsi dan pikiran kita.

Baca juga : Memahami Dalil-dalil Lingkungan Hidup: Perspektif Abrahamic Religions (5)

Jika manusia diminta mensucikan Allah SWT, sebagaimana dalam ayat: Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. (Q.S. al-Nashr/110:3). Tentu yang dimaksud ayat itu bukan hanya membaca  atau menyebut kata tasbih, yakni Subhanallah (Maha Suci Allah), tetapi bagaimana membersihkan jiwa dan pikiran kita baik pikiran negatif maupun yang positif terhadap Allah SWT. Di balik perintah tasbih tersebut manusia juga diminta untuk menyerahkan diri sepenuhnya keopada-Nya karena kita tidak tahu bagaimana sesungguhnya mensucikan Allah seperti yang dimaui Allah SWT. Dengan penyerahan diri itu maka akan terciptalah kesantunan dan kesediaan secara tulus untuk beribadah kepada-Nya tanpa pamrih apapun. Jalan pikiran inilah yang akan melahirkan manusia yang beradab, bikan hanya kepada Tuhan tetapi kepada ciptaan-Nya, termasuk dirinya sendiri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.