Dark/Light Mode

Living Qur`an (12)

Penghayatan Baru Terhadap Lailatul Qadr (4)

Sabtu, 23 Maret 2024 05:37 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Mereka seolah-olah ingin mengatakan ambil Lailatul Qadr bahkan ambil surga, ambil segalanya, yang penting aku memiliki dan dimiliki Sang pencipta Lailatul Qadr dan surga. Bagi mereka semua malam termasuk di luar Ramadhan intensitas mujahadahnya sama saja. Mereka tidak tergila-gila mengistimewakan Lailatul Qadr karena 24 jam sepanjang masa mungkin sudah dirasakan sebgai ”Lailatul Qadr”.

Baca juga : Penghayatan Baru Terhadap Lailatul Qadr (3)

Jangan sampai kita memitoskan Lailatu Qadr seolah-olah menenggelamkan makna holistik bulan suci Ramadan. Lailatul Qadr sesungguhnya hanya salahsatu aksesoris spiritual bulan suci Ramadan. Banyak ibadah dan keistimewaan lain di dalam bulan suci Ramadhan yang perlu dikejar, antara lain tadarusan Al-Qur’an, shalat tarwih dan shalat lail, zakat fitrah dan zakat mal serta ibadah-ibadah sosial lainnya.

Baca juga : Penghayatan Baru Terhadap Lailatul Qadr (2)

Makna spiritual Lailatul Qadr bagi setiap individu bagaimana agar kita bisa merasakan Al-Qur’an seperti turun kembali dengan mengambil locus manivestasi di dalam kalbu kita. Dengan demikian diharapkan terasa kita seperti ”Al-Qur’an berjalan”, kita memeraktekkan secara totalitas (kafah) di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Baca juga : Penghayatan Baru Terhadap Lailatul Qadr (1)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 23 Maret 2024 dengan judul "Living Qur`an (12) Penghayatan Baru Terhadap Lailatul Qadr (4)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.