Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ketika Presiden SBY bersama keluarga menunaikan ibadah umrah, saya diminta ikut dalam rombongan dalam posisi sebagai muthawwif. Alhamdulillah saya ikut rombongan khusus Presiden masuk ke dalam Ka’bah kurang lebih 1 jam. Bagaikan mimpi, di dalam Ka’bah saya tertekun sejenak memuji kebesaran Allah SWT sampai ada aba-aba yang meminta kami semua untuk shalat menghadap ke empat penjuru Ka’bah.
Di dalam suasana remang di dalam Ka’bah karena memang tidak ada lampu kecuali sebuah lampu rechargeable didudukkan di sebuah meja kecil di tengah. Cahayanya tidak mampu menerangi ruangan yang ternyata terasa sangat luas di dalam. Hanya ada dua tiang penyangga dan sebuah pintu kecil di sudut bagian dinding multazam. Tidak ada suara apapun kecuali lafaz takbir dan isak tangis rombongan.
Baca juga : Rahasia Di Balik Pakaian Ihram
Betul-betul perasaan saya ketika itu berada di sebuah dunia lain, sampai waktu tidak terasa dan waktu untuk rombongan dinyatakan selesai. Akhirnya rombongan turun semua, saya yang terakhir. Baru saja saya mau turun tiba-tiba rombongan pejabat Saudi menaiki tangga dan saya ditarik masuk lagi ke dalam.
Alhamdulillah bersama mereka kurang lebih 1 jam. Saya sungguh bersyukur bisa berada cukup lama di dalam Ka’bah. Bisa menyelesaikan puluhan rakaat shalat dan sujud lama-lama di dalam Ka’bah. Saya sujud syukur setelah keluar Ka’bah. Terbayang di dalam benak saya, ya Allah inikah artinya saya pernah menolong 2 orang perempuan tua, sampai Engkau memberikan aku waktu tinggal di rumah-Mu selama 2 jam.
Baca juga : Allah: A God Dan The God
Selama di dalam Ka’bah, saya tidak tahu, kenapa hati dan mulut saya tidak lagi tertarik meminta banyak kepada Allah SWT. Rasanya tidak ada lagi nafsu yang ikut mendikte berbagai dengan berbagai jenis permintaan. Yang dominan selama di dalam Ka’bah ya Allah aku ingin merasakan perasaan seperti ini selama-lamanya dan bersama Engkau selama-lamanya. Rasanya yang banyak itu tidak ada lagi artinya di depan Yang Maha Satu. Syurga pun terasa kecil di tengah malam Jum’at di dalam Ka’bah.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 02 Juli 2024 dengan judul "Teosofi Haji (37) Ada Apa Di Dalam Kabah?"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.