Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Beragama Dalam Keberagaman (12)
Mengindonesiakan Umat Beragama
Tausiah Politik
Sebelumnya
Menjadi seorang muslim yang baik tidak mesti harus menyerupakan diri dengan orang-orang Arab. Kita bisa menjadi The Best Muslim, tetapi pada saat bersamaan kita tetap menjadi The Best Indonesian. Beberapa contoh seruan sudah mirip dengan “ancaman” karena bagi mereka yang tidak mengindahkan ajaran da’wah mereka ditakut-takuti dengan neraka.
Kalangan masyarakat sudah mulai bingung, mana sesungguhnya yang benar. Peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sebaiknya lebih pro-aktif melindungi kepercayaan umat yang sudah mapan.
Baca juga : Ketika Agama Tidak Lagi Mencerahkan
MUI harus berani bicara bahwa suasana keberagamaan dan tradisi keagamaan (Islam) di Indonesia sudah di atas jalan yang benar. Apalagi dengan kebebasan umat beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa saat ini sudah sedemikian dilindungi oleh HAM.
Semua orang dan golongan bebas mengekspresikan ajaran agama dan kepercayaannya. Lebaran berkali-kali, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, sudah lumrah di Indonesia, meskipun pengalaman seperti ini aneh di mata umat Islam negara lain.
Baca juga : Agama Sebagai Faktor Sentripetal Dan Sentrifugal (2)
Pemahaman keindonesiaan bagi para generasi muda yang akan menuntut ilmu di luar negeri, baik ke Timur Tengah maupun ke negara-negara Barat, perlu diberikan pembekalan lebih awal.
Tidak sedikit jumlah mahasiswa Indonesia yang ke luar negeri digarap di sana oleh kelompok-kelompok radikal. Begitu mereka pulang ke tanah air bukannya menyumbangkan ilmu-ilmu spesifik yang digelutinya di Perguruan Tinggi, tetapi lebih banyak terlibat di dalam acara-acara keagamaan (tablig).
Baca juga : Agama Sebagai Faktor Sentripetal Dan Sentrifugal (1)
Pembekalan nilai-nilai keindonesiaan, antara lain pendalaman pemahaman terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa dan pengenalan falsafah Negara Pancasila perlu diberikan.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Jumat, 15 November 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (12), Mengindonesiakan Umat Beragama"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.