Dark/Light Mode
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Tausiah Politik
Sebelumnya
Kata “timur dan barat” secara denotatif merujuk pada arah mata angin atau lokasi geografis. Namun, secara konotatif dapat melambangkan perbedaan corak pemikiran: “barat” sering diasosiasikan dengan rasionalitas-kritis, sedangkan “timur” dengan pendekatan emosional-spiritual. Dalam konteks lain, istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan perbedaan ideologi dan peradaban.
Baca juga : Teomorfisme Manusia Dan Pertolongan Tuhan
Adapun “pertemuan dua laut” (majma‘ al-bahrain) secara denotatif berarti pertemuan dua perairan, seperti Laut Romawi dan Laut Persia. Namun, secara konotatif dapat dimaknai sebagai pertemuan dua epistemologi keilmuan: pendekatan rasional yang mengandalkan logika dan pendekatan spiritual yang mengandalkan pengalaman batin.
Baca juga : Teomorfisme Manusia
Dengan penjelasan ini, diharapkan kita tidak memutlakkan pendapat sebagai satu-satunya kebenaran. Bisa jadi kita berpijak pada makna denotatif, sementara pihak lain menggunakan pendekatan konotatif—dan keduanya belum tentu salah. Allāhu a‘lam.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 9 April 2026 dengan judul "Kajian Teosofi (18) Antara Denotatif dan Konotatif"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.