Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ta’liful Quluub Untuk Wihdatul Ummah (2)
Umat Yang Dikotak-kotakkan Kepentingan Orang Lain
Tausiah Politik
Sebelumnya
Artinya bisa benar jika Amerika dan sekutunya menjadi biang keladi jahanam kecil itu. Tapi juga bisa salah. Karena Amerika belum tentu “penyebab awal” semua itu. Amerika kemungkinan hanya mendapatkan “kesempatan atau peluang” melakukan itu.
Artinya ada faktor utama dan pertama dari keterlibatan orang lain. Sehingga terjadi berbagai “jahannam kecil” di dunia Islam itu.
Baca juga : Membanding Indonesia & Negara Muslim Lainnya
Kalau saja umat ini jujur, maka akan diakui, sesungguhnya penyebab utama dan pertama dari setiap tragedi yang terjadi dalam tubuh umat ini adalah karena: “lima taquuluuna maa laa taf’aluun”? Dan “ata’muruunan naasa bil birri, wa tansawna anfusakum”?
Intinya adalah karena slogan-slogan keagamaan kita selama ini “remain slogans”. Slogan iman, slogan ibadah, slogan akhlak, slogan ukhuwah dan wihdatul ummah, dan seterusnya masih tergantung dengan indah di atas langit.
Baca juga : Bagaikan Menabur Garam Ke Samudra
Belum turun (“tanziil”) ke atas bumi menjadi realita kehidupan manusia. Salah satu slogan besar umat ini adalah “ukhuwah Islamiyah” (innamal mukminuuna ikhwah) dan “ummah wahidah” (qul inna haadzihii ummatukum ummatan waahidah).
Kenyataannya, umat ini adalah umat yang paling terbagi ketika sudah memasuki dunia realita. Dalam realita ekonomi, politik, dan lain-lain umat ini paling terkotak-kotak, bahkan dikotak-kotakkan oleh kepentingan orang lain.
Baca juga : Tentang Fatwa Terorisme
(Jadilah bagian dari perjalanan sejarah dakwah di Amerika. Mari donasi untuk pembangunan pesantren pertama di Amerika. Rekening Bank Mandiri: 12400- 0001-8185 An. Inka Nusantara Madani) [Bersambung]
Imam Shamsi Ali : Santri para ulama, Presiden Nusantara Foundation, Imam Islamic Center New York, Direktur Jamaica Muslim Center New York, Pendiri Pondok Pesantren Di AS, dan Diaspora Indonesia di Kota New York.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.