Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Ta’liful Quluub Untuk Wihdatul Ummah (2)
Umat Yang Dikotak-kotakkan Kepentingan Orang Lain
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dengan meningkatkan sentimen “national conservatism” yang ditandai dengan menguatkan “White supremacy” di dunia Barat, minoritas Muslim juga semakin tertantang.
Hal ini membawa kepada situasi politik yang aneh. Termasuk terpilihnya seorang presiden seperti Donald Trump di Amerika Serikat. Di berbagai negara, kekerasan terjadi di mana-mana.
Baca juga : Membanding Indonesia & Negara Muslim Lainnya
Menjadikan kehidupan komunitas Muslim di negara-negara mayoritas non Muslim juga menjadi “minor hell”. Baik serangan fisik maupun non fisik. Minoritas Muslim di berbagai negara non Barat pun semakin memprihatinkan.
Kita mengenal penderitaan saudara-saudara kita di Palestina yang belum nampak berujung. Di negara Burma, saudara-saudara kita Rohyngya mengalami modern human tragedy yang luar biasa.
Baca juga : Bagaikan Menabur Garam Ke Samudra
Di bawah pemerintahan komunisme China, saudara-saudara kita komunitas Uighur mengalami penyiksaan yang di luar perikemanusiaan. Selama ini nyanyian lama pasti adalah karena Amerika dan sekutunya, Barat, yang menjadikan dunia Islam demikian.
Atau karena Yahudi dan Nashara yang berkolaborasi dalam upaya menghancurkan Islam dan umatnya. Karenanya dengan retorika tinggi dikumandangkan perang melawan mereka. Tapi, benarkah demikian?
Baca juga : Tentang Fatwa Terorisme
Benarkah orang lain selalu ditempatkan pada posisi “tertuduh” di saat kita menghadapi permasalahan-permasalahan itu? Jawabannya bisa benar, bisa juga salah. Juga bisa dua-duanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.