Dewan Pers

Dark/Light Mode

Muslim Stateless (1)

Sabtu, 15 Agustus 2020 10:13 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Krisis ekonomi sebagai akibat penyebaran virus Covid-19 membuat sejumlah penduduk di negara-negara miskin, termasuk sejumlah negara muslim di dalamnya, mengadu nasib ke luar negeri mereka.

Motivasi mereka selain untuk mencari pekerjaan lebih layak, juga mereka merasa lebih save berada di negaranegara maju. Sebetulnya jauh sebelum Covid-19 ini, berkembang pola migrasi umat Islam dalam dua decade terakhir memang sudah banyak meninggalkan negerinya karena kekacauan akibat perang saudara.

Berita Terkait : Mendelegitimasi Seruan Negara (3)

Sebutlah misalnya Suriya, Libia, Palestina, Iraq, Afganistan, China, Mianmar, dan lain-lain eksodus umat Islam besarbesaran ke negaranegara nonmuslim tentu saja menimbulkan kerumitan ketatanegaraan tersendiri.

Oliver roy melihat adanya fenomena “State without nation and Brothers without state”, yaitu adanya semacam negara tanpa bangsa dan persaudaraan tanpa negara”.

Berita Terkait : Mendelegitimasi Seruan Negara (2)

Mungkin juga bisa dikatakan ada fenomena kebangsaan tanpa negara (nations without state), karena dalam kenyataannya komunitas muslim yang eksodus ke negaranegara nonmuslim dengan berbagai alasan dan kepentingan, memang menciptakan melting pot tersendiri di dalam negara tujuan.

Untuk AS sendiri agak sulit menemukan adanya fenomena muslim stateless karena begitu ketatnya pengawasan bagi orangorang yang patut untuk dicurigai di negeri ini.eksodus umat Islam secara besarbesaran dalam dua dekade terakhir ke negara-negara maju seperti di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia Selatan, disebabkan oleh beberapa krisis di negeri asalnya.

Berita Terkait : Mendelegitimasi Seruan Negara (1)

Ada dalam bentuk krisik politik seperti penduduk Palestina yang tadinya memiliki 80% tanah hunian di kawasan Yerusalem dan selebihnya Israel menghuni sekitar 20 %, tetapi kini terbalik, penduduk Palestina hanya mendiami wilayahnya sekitar 20%, selebihnya diambil alih Islrael.

Akhirnya mereka terpaksa eksodus bersama keluarganya ke Eropa, AS, dan Australia. Iraq, Libanon, dan Iran yang pernah dilanda perang saudara berkepanjangan memaksa warganya untuk mencari wilayah aman ke negaranegara barat seperti AS, Kanada, Eropa, Ausralia, dan di sejumlah negara-negara Scandinafia. ***