Dewan Pers

Dark/Light Mode

Antara Hijriyah Dan Masehi (1)

Jumat, 21 Agustus 2020 09:04 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kata Hijrah berasa dari kata hajara-yahjuru berarti memutuskan, meninggalkan, berpisah. Kata hajara dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 31 kali di dalam Al-Qur’an.

Penggunaan kata hijrah dalam Al-Qur’an memiliki tiga pengertian: Pertama, hijrah secara fisik seperti disebutkan dalam ayat: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi.

Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah.”. (QS. Al-Anfal/8:72). Beberapa ayat lain juga mengisyaratkan pengertian yang sama.

Berita Terkait : Beradaptasi Dengan Musibah

Kedua, hijrah juga berarti melakukan pemisahan secara psikis, sungguhpun masih tetap berdekatan secara fisik, seperti diungkapkan dalam ayat: “Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”. (Q.S. Al-Muzzammil/73:10).

Secara fisik masih bergaul tetapi secara psikis dan kultural sudah berbeda. Ayat serupa juga dikatakan: ”Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”. (QS. Maryam/19:46).

Secara biologis antara ayah dan anak tidak bisa dipisahkan tetapi secara psikologis bisa saja antara keduanya berjauhan, seperti yang ditunjukkan Nabi ibrahim dengan bapaknya, yang terkenal bukan hanya penyembah berhala tetapi pembuat berhala untuk disembah orang lain.

Berita Terkait : Muslim Stateless (2)

Secara biologis keduanya dekat tetapi secara spiritual berbeda jauh antara keduanya. Ketiga, hijrah dalam arti pemisahan secara spiritual.

Di dalam Al-Qur’an disebutkan beberapa contoh, antara lain: “Dan perbuatan dosa tinggalkanlah”. (QS. Al-Muddatsir/74:5). Hijrah secara spiritual juga digambarkan dalam ayat lain: “Dan orang-orang yang berhijrah kepada Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui”. (Q.S. alNahl/16:41).

“Maka lut membenarkan (kenabian) nya. Dan berkatalah ibrahim: “Sesungguhnya aku akan berhijrah kepada tuhanku; sesungguhnya Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. Al-‘Ankabut/29:26). ***