Dark/Light Mode

Strategi Dakwah: Antara Scope Dan Force (1)

Senin, 1 November 2021 06:43 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Dalam kondisi seperti ini, lahirlah muballig-muballig selebriti atau biasa disebut muballig sejuta umat. Kriterianya si muballig itu harus memiliki kekuatan daya pikat public tersendiri, seperti kemampuan melakukan variasi theatrical misalnya mampu membuat jamaah terpingkal-pingkal atau menangis tersedu-sedu. Kekuatan daya pikat nomor satu, soal isi dan materi dakwah belakangan.

Baca juga : Kedudukan Atheis Di NKRI (2)

Orientasi pendalaman penghayatan makna (force) terjadi manakala acuan kesuksesan dakwah diukur berdasarkan seberapa jauh materi dakwah yang sudah disusun secara professional bisa menancapkan bekas yang mendalam ke dalam jiwa dan pikiran jamaah, sehingga mereka mampu melakukan perubahan di dalam memandang arti hidup dan kehidupan. Ajaran-ajaran agama betul-betul merasuk ke dalam jiwanya sehingga dirasakan energy positifnya di dalam kehidupan rumah tangga dan di dalam masyarakat. [Bersambung]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.