Dewan Pers

Dark/Light Mode

New York Indonesia Fashion Week 2022

Sulam Jelujur Dari Pesawaran Pamerkan 12 Desain

Senin, 12 September 2022 23:24 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepuluh desainer ternama Indonesia ikut bergabung memeriahkan acara New York Indonesia Fashion Week 2022 (NYIFW).

Acara yang digelar pada 11 September (waktu Amerika Serikat) atau 12 September (waktu Indonesia) itu menghadirkan sekitar 120 koleksi kece dari para desainer Indonesia.

Salah satunya berasal dari Kabupaten Pesawaran Lampung. Desainer Ariez M Ansyah mengangkat corak khas Kabupaten Pesawaran Lampung, yaitu Sulam Jelujur, dengan tema 'Sang Dewi', dalam perhelatan tersebut.

Desainer Sulam Jelujur dari Sungai Langka, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, Lampung ini menyebut, "Sang Dewi" adalah sebuah dedikasi terhadap pengrajin sulam jelujur pesawaran di desa sungai langka yang mayoritas pengrajinnya adalah perempuan.

Berita Terkait : Sering Jadi Ban Serep, Ricky Cawor Siap Belajar Dari Pemain Eropa

Para perempuan ini disebutnya tangguh dalam menghadapi sebuah kondisi/keadaan yang mereka alami.

"Bagi saya sebagai desainer, mereka adalah dewi bagi anak dan keluarganya. Sebab mereka menopang perekonomian keluarganya, bahkan di desa tempat mereka tinggal," ucap Ariez, Senin (12/9).

"Selain itu, meski tak bersayap, para "Dewi" ini mampu terbang tinggi, membawa hasil keterampilan mereka sampai ke dunia internasional," imbuhnya.

Dalam NYIFW, Ariez menampilkan 12 desain Sulam Jelujur dalam bentuk fashion 12 desain Sulam Jelujur yang ditampilkan melalui peragaan busana.

Berita Terkait : Persita Vs Madura United, Pendekar Cisadane Makin Kompak

Mereka mendapatkan dukungan langsung dari Bupati Pesawaran, Ketua Dekranasda Prov Lampung, Ketua Dekranasda Kab. pesawaran, Yayasan Pertiwi Indonesia,PLN UID Lampung dan APPMI.

Ariez yakin, Sulam Jelujur mampu bersaing dengan produk dunia lainnya. Sebab, kerajinan itu memiliki khas tersendiri, baik dari teknik pengerjaan berbeda dengan kain kain lainnya.

Dijelaskannya, lain Sulam Jelujur pengerjaannya tanpa pola atau gambar. Kemudian, bahan baku yang digunakan dari pewarnaan alam dan ramah lingkungan.

"Sulam Jelujur sudah banyak menjalin hubungan dan kerja sama di internasional dan telah menciptakan serta berkolaborasi dengan para seniman dari internasional," bebernya.

Berita Terkait : Kader Berkarya Disaranin Gabung Ke Partai Lain

Yeni kustiawati, salah satu perwakilan perajin Sulam Jelujur merasa bangga, hasil kerajinan yang selama ini mereka produksi, akan tampil di NYIFW 2022.

Dia membeberkan, sebelumnya, Sulam Jelujur hanya digunakan untuk pajangan dan hanya digunakan di rumah oleh masyarakat sekitar.

"Tetapi karena melihat adanya nilai ekonomis di dalamnya, mulailah kita memproduksi untuk kita jual ke luar, dari hasil itu juga dapat membantu perekonomian keluarga," ungkap Yeni.
 Selanjutnya