Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lagi Kesel, Marah, Bete? Cobalah Terapi Nulis Surat, Ini 7 Langkahnya...

Minggu, 20 November 2022 13:04 WIB
Ilustrasi menulis surat (Foto: Net)
Ilustrasi menulis surat (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kita pastinya pernah kecewa, marah atau merasakan emosi yang kuat dengan seseorang. Namun, tak terungkap.

Semuanya tersimpan di sistem emosi atau di bawah sadar. Seringkali, ketika pikiran atau rasa itu muncul, kita menjadi sangat nggak nyaman.

Bahkan, beberapa orang bisa alami gejala psikosomatik karena emosi negatif yang begitu lama dipendam.

Terkait hal ini, Child Psychologist, Self Growth & Parenting Coach Irma Gustiana A mengatakan, hal itu adalah sesuatu yang normal dan wajar.

Berita Terkait : Fadel Yakin Festival Budaya Betawi Gorontalo Tarik Wisatawan Asing

Karena mungkin saja, kita memang bukan termasuk orang yang "frontal" dalam melepaskan kemarahan.

"Tapi, efeknya akan mengganggu psikis," ujar Irma via akun Instagramnya, Minggu (20/11).

Irma bilang, sebetulnya kita bisa menolong diri sendiri, atau melakukan terapi mandiri dengan berbagai cara.

Tiap cara juga beda-beda. Karena bisa saja, cara itu efektif pada satu orang. Tapi, belum tentu efektif buat orang lain.

Berita Terkait : Pemerintah Serius Turunkan Emisi Karbon, Ini Langkah-langkahnya

Namun, ada satu cara yang bisa dicoba, yaitu dengan terapi menulis surat (letter therapy). Rasanya melegakan dan meringankan.

Irma menjelaskan, menulis surat adalah salah satu metode dan sarana terapeutik, untuk memulihkan diri dari berbagai isu kesehatan mental.

Menulis surat tak hanya membantu memproses emosi yang kuat, kemarahan, rasa takut, sakit hati, patah hati, gelisah, khawatir dan sebagainya.

Di samping mampu mengeksplorasi pikiran dan perasaan, membingkai ulang cerita, menemukan pengampunan, dan menemukan tujuan akhir agar Anda dapat bergerak maju.

Berita Terkait : Jangan Sembarangan Gerus Obat, Ini Risikonya...

"Surat terapeutik, ditulis berdasarkan pada pikiran dan perasaan terbuka tanpa sensor, yang tidak akan pernah terkirim.  Surat yang dibuat, harus berisi semua emosi, kebutuhan, tuntutan atau ketidaknyamanan terhadap orang atau objek. Karena surat itu adalah dialog internal ," papar Irma.

Dalam surat teurapetik, Anda bisa secara eksplisit dan jujur dalam mengungkapkan apa pun, yang ingin Anda katakan.

Bisa berhubungan dengan masa lalu, sekarang atau masa depan.

Surat juga bisa ditulis sebagai cara untuk penutupan/closure, mengucapkan selamat tinggal, atau mencari penerimaan dalam perjalanan hidup.
 Selanjutnya