Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
16 Dokter Layangkan Petisi Minta Proyek Ditunda
Sumur Resapan Rawan Jadi Sarang Nyamuk Tuh
Selasa, 7 Desember 2021 06:45 WIB
Sebelumnya
Selain itu, dia meminta agar jajarannya menegur para kontraktor untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul sesuai dengan prosedur.
“Tentu kami akan bertindak tegas jika terjadi permasalahan melalui mekanisme penalti terhadap kontraktor terkait jika terdapat penyimpangan,” tegas Anies.
Baca juga : Bhayangkara Vs Persipura, Munster Nggak Berani Remehkan Mutiara Hitam
Wali Kota Jakarta Timur, M. Anwar membantah sumur resapan di wilayahnya menjadi sarang nyamuk. Anwar mengklaim, sumur resapan yang dibangun pihaknya memiliki daya serap tinggi. Menurutnya, dalam waktu 30 menit, sumur resapan sedalam 20-30 meter di wilayahnya dapat menyerap air 10 ribu liter.
“Kami sudah uji coba dengan menyiram sumur resapan dengan menggunakan mobil Damkar. Hasilnya, air dapat meresap dengan cepat ke dalam tanah,” ungkapnya.
Baca juga : Tahun Depan, Tak Ada Proyek Sumur Resapan Di Jakarta
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Yusmada Faizal memastikan pihaknya mengevaluasi sumur resapan, baik yang sedang dibangun, maupun sudah beroperasi.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan kontraktor terkait,” katanya.
Baca juga : PJR Ringkus Pencuri Besi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Dia menjelaskan, Pemprov DKI membangun dua jenis sumur resapan. Yaitu, sumur resapan dangkal dan sumur resapan dalam. Sumur resapan dangkal berfungsi menekan genangan air di permukaan tanah dengan cara mengalirkannya ke sumur resapan. Adapun, sumur resapan dalam, berfungsi untuk menambah cadangan air tanah.
Hingga 9 November 2021, Pemprov DKI sudah membangun drainase vertikal tipe buis beton sebanyak 16.035 titik dengan daya tampung 31.498 meter kubik (m3). Sementara itu, daya tampung sumur resapan tipe modular sebanyak 6.633,7 m3. Kapasitas sumur resapan yang sudah ada sebanyak 38.453 m3. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya