Dark/Light Mode

Ngeri, 706 Sekolah Di Ibu Kota Kepatil Omicron

Senin, 14 Februari 2022 06:48 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

 Sebelumnya 
Berdasarkan artikel di World Economic Forum yang berjudul “If Omicron is less severe, why are Covid-19 deaths rising?” menyebutkan bahwa pada 28 Januari 2022, Australia mengalami jumlah kematian paling banyak selama pandemi Covid-19.

Tercatat hampir 100 orang meninggal dalam sehari akibat varian Omicron. Angka ini jauh lebih tinggi ketika Australia dihantam varian Delta. Selain Australia, Amerika Serikat (AS) pada akhir Januari 2022 juga mengalami hal yang sama.

AS pernah mengalami angka kematian rata-rata 2.200 orang per hari. “Angka ini lebih tinggi daripada ketika mereka dihantam varian Delta September tahun yang lalu, di mana angka kematian tertinggi rata-rata dalam tujuh hari adalah 2.078 orang,” papar Tjandra dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/2).

Baca juga : Gelar PTM, Sekolah Kudu Ingat Rumus VDJ

Tjandra menyebutkan, data lain menunjukkan angka kematian di Korea Selatan tertinggi terjadi pada 22 Desember 2021, yaitu 109 orang.

Sebelumnya, angka kematian tertinggi di Korea Selatan pada 28 Desember 2020 yaitu 40 orang. Di Kanada pada 27 Januari 2022, angka kematian harian mencapai 309 orang.

Pada gelombang sebelumnya angka tertinggi di Kanada terjadi 4 Januari 2021 dengan 232 kematian. Mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini menegaskan, tingginya angka kematian bukan karena varian Omicron lebih mematikan.

Baca juga : Ngeri, Semua Kelurahan Di DKI Kepatil Omicron...

Tetapi, karena jumlah kasus akibat varian Omicron di negara-negara tersebut naik amat tinggi. Sehingga, angka mutlaknya tetap besar.

Dikatakannya, ada 5 hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi peningkatan angka kematian. Pertama, pembatasan sosial, bagi masyarakat memperketat protokol kesehatan dan menjadikan new normal menjadi now normal.

Kedua, upaya 3T (testing, tracing dan treatment). Dalam hal ini, masyarakat yang bergejala atau ada kontak untuk segera melakukan testing.

Baca juga : Jangan Remehkan Vaksin, Sudah Terbukti Bisa Ringankan Gejala Omicron

Ketiga, meningkatkan cakupan vaksin, baik yang primer maupun booster. Keempat, walaupun sekarang yang dominan adalah transmisi lokal, tapi bagaimanapun kemungkinan penularan dari luar negeri tetap harus dicegah.

Kelima, mempersiapkan rumah sakit dengan 5 aspek. Yakni ketersediaan tempat tidur dan ruang rawat, obat dan alat, sistem kerja yang aman, sistem rujukan yang cermat serta ketersediaan dan sistem kerja yang baik bagi tenaga kesehatan. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.