Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rela Berdesakan Demi Migor Murah
Emak-emak Antre Dari Pukul 4 Subuh
Rabu, 9 Maret 2022 09:00 WIB
Sebelumnya
Dari harga rata-rata yang ditemukan pun masih agak tinggi dibandingkan dengan harga subsidi yang diberikan pemerintah,” jelasnya. Di samping itu, survei juga menunjukkan beberapa kendala tidak tersedianya minyak goreng bersubsidi. Setidaknya, terdapat 58 persen atau 15 toko yang stoknya kosong atau terbatas.
Alasannya pun beragam, mulai dari memang tidak ada stok atau stok yang tersedia sudah habis terjual. “Untuk pemesanan selanjutnya (ke distributor) agak lama. maka stoknya kosong dan terbatas, sehingga tidak bisa memenuhi semua kebutuhan masyarakat,” imbuh Niti. Kemudian, terdapat 38 persen atau 10 toko yang tidak mendapatkan akses supply minyak bersubsidi.
Baca juga : Keliling Pasar Nglorok, Ibas Dicurhatin Emak-emak Harga Sembako Mahal
Hal ini mayoritas ditemukan di warung atau agen karena keduanya bukan tangan pertama untuk mendapatkan barang dari distributor yang menerima minyak bersubsidi. Selanjutnya, ada satu toko atau 4 persen yang memajang minyak gorengnya secara berkala. Artinya, stok minyak yang tersedia tidak seluruhnya dijual dalam satu waktu. Misalnya pada pagi atau malam hari saja.
Satuan Petugas (Satgas) Pangan Polri masih menemukan indikasi pengusaha menahan stok migor sehingga memicu kelangkaan dalam beberapa waktu terakhir. “Adanya pelaku usaha, baik produsen, distributor yang menahan atau hold stok minyak goreng.
Baca juga : Pemerintah Berupaya Selesaikan Masalah Minyak Goreng Dari Hulu-Hilir
Polri mengimbau untuk segera mendistribusikannya, jangan kurangi produksi dan alokasi distribusi,” kata Kasatgas Pangan Polri, Irjen Helmy Santika, Jumat (4/3). Ia menyebutkan bahwa para pelaku usaha tersebut manahan peredaran stoknya untuk menyesuaikan pola kegiatan dengan kebijakan baru mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Namun demikian, untuk menstabilkan harga barang maka proses pendistribusian harus lancar. Pasalnya, kata Helmy, stok migor di dalam negeri saat ini aman. “Kondisi kelangkaan minyak goreng dikarenakan saat ini para pelaku usaha masih menyesuaikan pola kegiatannya dengan kebijakan,” jelas dia. Namun, Kepolisian belum menemukan dugaan keterlibatan kartel ataupun pihak-pihak yang memainkan harga migor dengan cara ditimbun.
Baca juga : Migor Rp 14.000, Tambah Lagi Pak
Dia menegaskan, Kepolisian bakal menindaklanjuti apabila masyarakat menemukan dugaan pelanggaran hukum dalam perdagangan minyak. “Yang paling terpenting adalah menjaga ketersediaan bahan pokok pangan. Salah satu cara terampuh untuk menjaga harga sembako adalah dengan menjaga ketersediaan stok dan menjaga keseimbangan supply and demand,” ucapnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya