Dark/Light Mode

Kapolsek: Kabar Pengendara Mobil Diperas & Dilecehkan Di Cengkareng Hoax

Minggu, 13 Maret 2022 17:52 WIB
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo. (Foto: Istimewa)
Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Beredar pesan berantai di WhatsApp Grup tentang pemerasan yang dialami pasangan suami-istri. Tak hanya harta bendanya diambil paksa, pasutri ini juga mengaku mengalami tindak pelecehan seksual. Dalam pesan itu disebutkan kejadian berlangsung di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam pesannya, korban mengaku bernama Devi. Usia 35 tahun. Devi menceritakan, jika dirinya dan suaminya Doni, kala itu dalam perjalanan pulang dari Puri Mall menuju rumahnya di daerah Cengkareng, jam 9 malam.

Di lampu merah di persimpangan Daan Mogot, mobil yang dikendarai suaminya berhenti. Karena lampu merah menyala.

"Seperti biasa muncul beberapa pengemis meminta-minta, tapi tidak kami hiraukan," tulis Devi dalam pesannya tersebut.

Begitu lampu hijau menyala, suami Devi pun menggas mobilnya. "Tiba-tiba seorang pengemis menabrakkan dirinya ke mobil dan langsunh terjatuh sambil mengerang kesakitan," lanjut Devi.

Sadar ini adalah jebakan, karena dia merasa tidak menabrak atau menyenggol pengemis tersebut, suami Devi pun langsung memacu mobilnya ke arah Pesing. Ngebut. "Namun kami dikejar beberapa motor sambil berteriak-teriak," akunya.

Baca juga : Pemain Incaran Milan Ditelikung Newcastle

Suami Devi pun terus memacu mobilnya. Namun akhirnya terhenti lantaran terjebak kemacetan. 

"Dan kami masuk pom bensin untuk meminta pertolongan, para pengejar itu juga msk pom bensin dan menyetop kendaraan kami," ujarnya.

Menurut Devi, ada sekitar 10 orang yang mengejar dan mereka kemudian menggedor-gedor kaca mobil. Bahkan salah seorang dari mereka kemudian memecahkan kaca dengan martil dan menarik suaminya keluar. Lalu, mengeroyok suami Devi. Dan sebagian menjarah isi mobil.

Kata Devi, tas, dompet, laptop bahkan accessoris seperti tape mobil, TV mobil mereka congkel dan ambil. Setelah puas memukuli dan menjarah, mereka mebawa mobil.

"Saya dan suami dipaksa duduk di belakang, diapit dua dari mereka. Mulut kami dilakban dan tangan kami diikat. Tujuannya adalah mencari ATM," beber Devi.

Selama di perjalanan, menurut Devi, suaminya terus dipukuli. "Dan saya diraba-raba payudara oleh mereka," katanya.

Baca juga : Indonesia Sentris Kini Di Depan Mata

Hingga tiba di daerah Green Garden, para pelaku merampas kartu ATM dan memaksa meminta PIN-nya. "Satu dari mereka turun dan menguras seluruh isi ATM dan setelah itu mereka semua melarikan diri dengan motor," kata Devi.

Sementara Devi dan suami ditinggalkan begitu saja di mobil. "Untunglah ada tukang parkir yang menolong kami dan kami melaporkan hal ini ke polsek sekitar kejadian," ungkap Devi yang mengaku sampai saat ini, dia dan suami masih trauma atas kejadian tersebut.

Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo yang dikonfirmasi mengenai pesan ini mengungkapkan, jika tak ada kejadian seperti itu di wilayahnya. "Bisa dipastikan itu hoax," kata Ardhie kepada RM.id, Minggu (13/3).

Ardhie menuturkan, begitu menerima informasi tentang pesan ini, dia dan jajaran langsung mengecek ke lapangan.

"Kami sudah telusuri pom bensin sepanjang Daan Mogot dan Pesing juga Green Garden, kami tanya para saksi, tapi tidak ada yang mengetahui kejadian seperti itu," ujarnya.

Dan, jika memang benar ada kejadian atau laporan kasus tersebut, Ardhie pasti tahu. "Saya dua hari nggak pulang. Saya tidur di Polsek. Dan jam segitu, saya dengan Dandim keliling, patroli," katanya.

Baca juga : KSP: Pengaturan Pengeras Suara Masjid Wujudkan Toleransi Dan Harmoni Sosial

Ardhie pun menuturkan, sudah melaporkan temuannya di lapangan kepada Kapolres Jakarta Barat. Dia menegaskan jika pesan tersebut tidak benar.

Untuk pihak yang menyebarkan pesan tersebut, Ardhie mengimbau untuk jangan lagi meneruskan pesan yang belum diketahui pasti kebenarannya.

"Sebaiknya, cek dan ricek lagi informasi yang diterima, jangan langsung percaya apalagi disebarkan ke orang lain," pesannya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.