Dark/Light Mode

Indeks Kemacetan Turun

Pandemi Sukses Tekan Mobilitas Warga Jakarta

Rabu, 16 Maret 2022 08:00 WIB
Kendaraan melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/3/2022). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa kemacetan di Jakarta mengalami penurunan peringkat termacet di dunia dari peringkat ke empat pada 2017 menjadi peringkat ke 46 pada 2021, yang terjadi karena karena transformasi sistem transportasi publik di Ibu Kota. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa).
Kendaraan melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (7/3/2022). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa kemacetan di Jakarta mengalami penurunan peringkat termacet di dunia dari peringkat ke empat pada 2017 menjadi peringkat ke 46 pada 2021, yang terjadi karena karena transformasi sistem transportasi publik di Ibu Kota. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa).

 Sebelumnya 
Untuk memudahkan warga mengakses moda transportasi publik, Anies mengatakan, sudah mengintegrasikan 8 stasiun KRL di Jakarta dengan angkutan umum lainnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menilai, Anies tidak membuka seluruh data saat memamerkan kondisi lalu lintas dan transportasi publik di Jakarta.

Menurut Gilbert, capaian 1 juta penumpang pada 4 Februari 2020 terjadi sebelum pandemi Covid-19. Pada tahun 2020 jumlah penumpang Transjakarta tercatat sebanyak 126,8 juta orang pada 2020. Turun 51,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 264,03 juta orang.

Baca juga : Keren, Penumpang MRT Duduknya Masih Jaga Jarak

Pendapatan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang berasal dari penumpang sebesar Rp 280,3 miliar pada 2020. Jumlah tersebut turun 58 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 672,1 miliar.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan, sebelum pandemi, jumlah penumpang MRT Jakarta sampai 100 ribu orang per hari. Sekarang angkanya anjlok menjadi 10-20 ribu penumpang per hari.

Gilbert menyebut, tidak ada tanda spesifik yang menyebut pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum selama pandemi Covid-19. Faktanya, selama pandemi Covid-19 mobilitas warga berkurang drastis karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga : Toyota Pamer Jajaran Mobil Terbarunya Di Jakarta Auto Week

Karena itu, lanjut Gilbert, pandemi Covid-19 ini berhasil membuat jalanan Jakarta menjadi lancar.

“Awal tahun ini saat Pemerintah melonggarkan PPKM warga kembali teriak soal kemacetan. Tapi, jumlah penumpang Transjakarta dan MRT tidak naik,” kata Gilbert di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Direktur Utama Transjakarta, Mohammad Yana Aditya mengatakan, Transjakarta sudah mengangkut sekitar 500 ribu penumpang per hari sepanjang tahun 2021.

Baca juga : Agnes Mo Semangat Cerita Nasi Padang Di Wawancara Grammy

“Per data 1 Desember 2021, berdasarkan jumlah Transjakarta sudah mengalami peningkatan pelanggan jumlahnya 505.434 orang per hari, meningkat cukup tinggi dari sebelumnya,” kata Yana.

Yana menyebut, dari sisi jumlah mereka belum mencapai jumlah rata-rata per hari 1 juta saat sebelum pandemi Covid-19 menerjang Indonesia, khususnya Jakarta.

Penumpang MRT Jakarta juga merosot akibat pandemi Covid-19. Pada Desember 2019, jumlah penumpang MRT sempat tembus 100 ribu per hari.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.