Dark/Light Mode

Kualitas Tertinggal Dan Banyak Diisi Orang Miskin

Sekolah Swasta Juga Butuh Bantuan Subsidi

Jumat, 22 April 2022 07:30 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Misan Samsuri dalam rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (20/4/2022). (ANTARA/HO-DPRD DKI Jakarta/aa).
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Misan Samsuri dalam rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (20/4/2022). (ANTARA/HO-DPRD DKI Jakarta/aa).

 Sebelumnya 
Dia menjelaskan, siswa miskin memiliki keterbatasan biaya dalam belajar. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan nilai bagus sebagai syarat masuk ke sekolah negeri.

“Jakarta hanya mengurus sekolah negeri. Mau apa saja dibiayain jadi gratis. Padahal, sekolah negeri justru banyak kalangan berada (mampu). Kalau aturan sekarang tidak diubah, rasanya sulit orang miskin masuk sekolah negeri,” ungkapnya.

Nawawi berharap, Pansus Pendidikan bisa mengeluarkan rekomendasi untuk mengubah kebijakan yang saat ini masih diterapkan. Sehingga bisa terjadi kesetaraan antara sekolah negeri dan swasta.

Baca juga : KSP Persilakan Pihak Yang Miliki Tanah Di Wilayah IKN Ajukan Klaim

“Sistem pendidikan harus diubah. Harus mengurus semua sekolah. Jangan hanya sekolah negeri saja, tapi swasta dan madrasah juga,” tuturnya.

Nawawi bersama tim Pansus Pendidikan akan memperjuangkan sekolah gratis bagi seluruh sekolah dalam program wajib belajar 12 tahun.

Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria mengakui, masih ada kesenjangan kualitas sekolah swasta dan negeri di Ibu Kota. Karena itu, Pemprov DKI mendorong penyetaraan kualitas mutu pendidikan hingga sumber daya manusia antara sekolah negeri dan swasta.

Baca juga : Peran Kampala Principles Dalam Dukung Peran Swasta Dalam Pencapaian SDGs

“Kami tahu sekolah swasta tertentu ada yang di atas rata-­rata sekolah negeri. Tetapi tidak sedikit ada sekolah swasta yang kualitasnya di bawah sekolah negeri,” kata Riza Patria di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (20/4).

Menurut Riza, pihaknya menginginkan peningkatan kualitas pendidikan. Khususnya sekolah yang masih tertinggal. Dia berdalih, perhatian tidak hanya fokus kepada sekolah negeri. Tapi juga sekolah swasta.

“Ke depan, sekolah swasta juga harus mendapat dukungan yang baik,” katanya.

Baca juga : Banjir Landa Medan Dan Banten, Pegadaian Sigap Salurkan Bantuan

Pengamat Pendidikan dari Center of Education Regulations and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji menyebut, pengelolaan sekolah swasta di Indonesia masih jauh dari ideal. Meski memiliki keleluasaan untuk berkembang terutaman dari sisi finansial, namun masih banyak yang kualitasnya berada di bawah sekolah negeri.

“Pemerataan kualitas sekolah swasta harus menjadi perhatian khusus. Agar tidak ada kesenjangan kualitas yang terlalu jauh antara sekolah negeri dan sekolah swasta kebanyakan,” ujarnya.  [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.