Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Triliunan Rupiah Duit APBD DKI Nggak Dongkrak Perekonomian
Gawat, Ribuan Warga Jakarta Jatuh Miskin
Jumat, 15 Juli 2022 22:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang dilakukan Maret 2022 menyebut, jumlah penduduk miskin di Ibu Kota bertambah 3.750 orang. Kini, total jumlah penduduk miskin di Ibu Kota menjadi 502,04 ribu orang atau 4,69 persen dari total jumlah penduduk Jakarta.
"Bertambahnya jumlah penduduk miskin ini di antaranya disebabkan penurunan daya beli masyarakat karena dampak pandemi Covid-19," kata Kepala BPS DKI Anggoro Dwitjahyono di Jakarta, Jumat (15/7).
Penurunan daya beli, kata dia, salah satunya dipicu tingginya inflasi secara umum pada periode September 2021 hingga Maret 2022 mencapai 1,78 persen.
Hal senada diungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Menurut Riza, bertambahnya penduduk miskin di Jakarta akibat pandemi Covid-19 yang terjadi lebih dari dua tahun ini.
Baca juga : Kremlin Pastikan, Rusia Nggak Bakal Kirim Ucapan Selamat Kemerdekaan Kepada Biden
“Tidak hanya di DKI tetapi (kemiskinan) seluruh Indonesia itu disebabkan karena pandemi Covid-19," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (15/7).
Riza menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Pusat mengupayakan berbagai program dan solusi yang dibuat untuk mendorong ekonomi masyarakat. Selain itu, program mengurangi inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan pekerja. Serta memastikan ketersediaan pasokan pangan dengan harga yang bisa dijangkau masyarakat.
"Kita menjadi negara yang baik dalam rangka mengatasi dan mengendalikan Covid-19 dan juga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi," katanya.
Untuk mengatasi kemiskinan di Ibu Kota yang terus meningkat, Trubus Rahadiansyah, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti menyarankan, agar pembangunan lebih diarahkan ke pemberdayaan masyarakat.
Baca juga : Nggak Kebagian Tiket Tribun, Warga Nekat Bawa Bangku Sendiri
Sebab menurut dia, pembangunan mega proyek seperti Jakarta International Stadium (JIS), Sirkuit Formula E, belum terasa efeknya bagi masyarakat miskin.
“Pemprov DKI harusnya mengalihkan pembangunan yang mengeluarkan anggaran cukup besar pada berbagai mega proyek untuk dialihkan ke penanganan ketahanan dan pemberdayaan masyarakat miskin," kata Trubus.
Termasuk, kata Trubus, adalah dana penanganan Covid-19 yang terbuka untuk penanganan masyarakat kategori miskin seperti gizi buruk.
Selain itu, kata Trubus, diperlukan kebijakan politik yang mendukung agar pembangunan tepat sasaran. Di mana Pemprov DKI Jakarta selalu menekankan pembangunan 'smart city' tetapi lupa kepada masyarakat yang seharusnya diperhatikan juga.
Baca juga : Kowarteg DKI Sediakan 1000 Porsi Makan Gratis Buat Warga Jakarta
“Pembangunan seharusnya diciptakan untuk membuka lapangan pekerjaan," tandasnya.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya