Dewan Pers

Dark/Light Mode

Biar Antibody-nya Kuat Tahan Sub Varian Covid Baru

Yuk Yang Belum Booster Kedua, Buruan Divaksin

Rabu, 25 Januari 2023 07:30 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksinasi COVID-19 keempat atau booster kedua ke penerima vaksin di halaman kantor Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Pemprov DKI Jakarta memulai program vaksinasi booster kedua guna meningkatkan imunitas warga agar tidak mudah tertular kembali COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww).
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksinasi COVID-19 keempat atau booster kedua ke penerima vaksin di halaman kantor Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/1/2023). Pemprov DKI Jakarta memulai program vaksinasi booster kedua guna meningkatkan imunitas warga agar tidak mudah tertular kembali COVID-19. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww).

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk mencegah kasus Covid ngamuk lagi, Pemerintah menggenjot pemberian vaksin booster kedua untuk masyarakat. Di Ibu Kota, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menggelar layanan vaksinasi di 300 titik dengan kuota mencapai 60 ribu dosis.

Layanan vaksinasi keempat tersebut digelar setiap hari dari pagi sampai malam hari.

Kepala Seksi Surveilans Epi­demiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama mengatakan, program ini menin­daklanjuti Surat Edaran (SE) Ke­menterian Kesehatan (Kemenkes) Nomor HK.02.02/C/380/2023 tentang Vaksinasi Covid-19 Do­sis Booster ke-2 Bagi Kelompok Masyarakat Umum.

Vaksinasi booster ke-2 ini gratis untuk semua masyarakat umum untuk usia 18 tahun ke atas. Vaksin yang disediakan pihaknya yakni Pfizer dan Zifivax.

Berita Terkait : Angka Kematian Covid-19 Melonjak, Dinkes DKI Imbau Lansia Segera Booster Kedua

“Warga yang ingin mendapat­kan layanan vaksinasi bisa lang­sung datang ke 300 pos layanan. Selain itu, layanan berlaku untuk KTP seluruh Indonesia,” kata Ngabila kepada Rakyat Merde­ka, kemarin.

Tidak hanya booster ke-2, lan­jut Ngabila, layanan vaksinasi ini juga dapat melayani dosis 1 dan 2 untuk usia 12 tahun ke atas. Ketentuannya, jarak dosis 2 ke dosis 3 minimal 3 bulan. Ja­rak dosis 3 ke dosis 4 minimal 6 bulan dan tanpa harus menunggu tiket di PeduliLindungi. Kemu­dian untuk pasien terkena Covid, jarak vaksin sesudah sembuh minimal satu bulan.

Ngabila meyakinkan, vaksin terbukti sangat efektif mencegah kematian dan long Covid akibat infeksi Covid-19.

“85 persen warga yang meninggal karena Covid-19 di Jakarta, memiliki jarak vaksin terakhir sudah cukup lama. Ra­ta-rata 6-12 bulan,” ujarnya.

Berita Terkait : Tak Ada Bukti Subvarian Covid Sekarang Lebih Ganas

Lebih detail, Ngabila menye­butkan, berdasarkan data 2022, pasien Covid yang mengalami kematian di Jakarta saat varian Omicron menunjukkan 90 persen memiliki komorbid dan 95 persen berusia di atas 40 tahun (mayoritas 30 tahun ke atas). Hanya 3 dari 618 kematian berusia di bawah 18 tahun. Dan, semua semua yang meninggal dunia memiliki komorbid berat, seperti kanker dan HIV.

Kemudian, sebanyak 40 persen kasus kematian karena be­lum vaksin sama sekali, 80 persen belum booster dosis ke-3. Serta, 85 persen meninggal dengan jarak lebih 6 bulan dari vaksin terakhir.

Ngabila bilang, booster da­pat melipatgandakan jumlah antibodi dalam tubuh. Anti­bodi itu untuk membunuh virus yang masuk.

“Misalnya antibodi tinggal 10, kita lipatgandakan jadi berjum­lah banyak. Terus demikian,” jelasnya.

Berita Terkait : Indonesia Masih Jauh Dari Aman

Dia menegaskan, status ende­mi dinyatakan jika kasus tinggi, tapi tidak ada peningkatan ke­matian dan keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit.

“Kunci mengendalikan Covid ini di imunitas. Harus dijaga kadar imunitas masyarakat baik dan terus cukup (tinggi),” tandasnya.
 Selanjutnya