Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Jumlah penumpang Transjakarta mengalami peningkatan. Kondisi ini telah menyebabkan bus selalu penuh sesak sehingga membuat penumpang tidak nyaman. Untuk mengatasinya, Transjakarta diharapkan segera menambah armadanya.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kapasitas layanan angkutan umum.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, pada 2022 jumlah penumpang angkutan umum tercatat berjumlah 3.622.045 orang per hari. Padahal, Dishub menargetkan penumpang angkutan umum hanya 1.140.554 orang per hari. Hal ini membuat penumpang mengeluh karena tidak dibarengi dengan kenaikan layanan. Keluhan ini menjadi catatan Komisi B DPRD DKI Jakarta terhadap pelayanan Transjakarta dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) penggunaan APBD tahun 2022.
Baca juga : PSI Tantang DPR Bentuk Pansus Transaksi Janggal Rp 349 Triliun
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli mengatakan, banyak penumpang mengeluh selalu berdesakan dalam bus Transjakarta. Penumpang juga protes karena waktu tunggu tidak konsisten.
“Harusnya kenaikan realisasi target penumpang ini diikuti dengan perbaikan pelayanan,” katanya, di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Dia bilang, capaian target penumpang angkutan umum 2022 memang kelihatan berhasil. Namun, ada penurunan pada kualitas pelayanan.
Baca juga : Transaksi Bisa Rp 47 M/Bulan
“Waktu tunggu menjadi lebih lama dan berdesak-desakan,” ungkapnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak menambahkan, terlepas dari capaian-capaian Dishub DKI dalam pelaksanaan program kerja tahun 2022, pelayanan Transjakarta banyak disorot pengguna karena kualitas pelayanan yang menurun.
“Penumpang menyampaikan layanan Transjakarta tidak makin baik. Frekuensi kedatangan lama. Bahkan, pada hari-hari tertentu tidak ada bus Transjakarta,” ungkapnya.
Baca juga : Gubernur Herman Deru Lantik Pj Bupati Apriyadi Jadi Sekda Muba Definitif
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi lonjakan jumlah pengguna angkutan umum pada 2022. Namun, karena kenaikan penumpang melebihi target sehingga berimbas ke pelayanan.
“Akibatnya, layanan penumpang menumpuk,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya