Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dalam tinjauan ini, juga diketahui ada 18 warga di RW 07 Rawajati belum menerima kompensasi pergantian proyek normalisasi Kali Ciliwung. Namun, ditegaskan Heru, warga tersebut tidak digusur dan akan mendapatkan haknya.
“Kalau persyaratan administrasi sudah terpenuhi ya kita bayar. Anggaran kan sudah siap sampai akhir tahun,” terangnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faizal mengatakan, proses pengerjaan normalisasi tersebut terus dikebut, baik dari sisi pembangunan maupun pembebasan lahan. Dalam proses pembangunan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.
Baca juga : PUPR Lanjutkan Jaringan Irigasi Baliase Di Sulawesi Selatan
“Kami bersama Kementerian ATR/BPN dan BBWSCC fokus menyelesaikan persoalan di lapangan (terkait pembebasan lahan dan pembangunan),” kata Yusmada.
Pemprov DKI mencatat, ada enam lokasi yang menjadi titik rawan banjir di bantaran Kali Ciliwung. Keenam lokasi tersebut menjadi prioritas penanganan pembebasan lahan. Yakni, Kelurahan Cililitan, Rawajati, Cawang, Kampung Melayu, Bidara Cina dan Kelurahan Pengadegan.
Untuk pembebasan lahan Kali Ciliwung di 2023 ini, Yusmada menyebut pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 470 miliar.
Baca juga : Anies Dan Ganjar Diawasi Bawaslu
“Tinggal kita hitung seperti apa hitung-hitungan pembayarannya,” ujarnya.
Yusmada belum bisa memastikan berapa bidang tanah yang akan dibebaskan. BBWSCC mencatat, terdapat total kurang lebih 6,85 km panjang penanganan di enam lokasi prioritas tersebut. Rinciannya, Kelurahan Cililitan ± 0,5 km, Rawajati ± 1 km, Cawang ± 1,5 km, Kelurahan Kampung Melayu ± 1,3 km, Kelurahan Bidara Cina ± 1,7 km dan Kelurahan Pengadegan ± 0,85 km.
Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI untuk segera mengatasi kendala pembebasan lahan proyek normalisasi kali Ciliwung. Anggota Komisi D Panji Virgianto mengingatkan, jika pembebasan lahan tidak dilakukan akan mengancam tidak terserapnya anggaran pembebasan lahan yang telah dialokasikan.
Baca juga : Pj. Gubernur Heru Gerak Cepat Untuk Normalisasi Kali Ciliwung
Untuk itu, dia meminta Pemprov DKI mengambil langkah konkret agar rencana kegiatan anggaran di 2023 berjalan efektif. Panji menyebutkan, diperlukannya koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya