Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DKI Fokus Bangun RDF Plant
Pengolahan Sampah Lebih Optimal Dan Hasilkan Cuan
Jumat, 4 Agustus 2023 07:30 WIB
Sebelumnya
Hasilkan Cuan
Proyek dua RDF Plant pada tahun depan rencananya akan dibangun di Rorotan, Jakarta Utara dan Pegadungan, Jakarta Barat.
Pengolahan sampah dengan RDF Plant terdiri atas tahap penyaringan (screening), pemilahan (separating), pencacahan (shredding) dan pengeringan (drying). Hasil RDF berupa olahan sampah dengan nilai kalori dan spesifikasi tertentu yang dapat dijadikan bahan bakar alternatif pengganti batubara.
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menargetkan produksi RDF di Bantar Gebang sebesar 700 ton sampah per hari. Olahan sampah RDF akan dijual dengan harga 24 dolar AS atau sekitar Rp 359 ribu per ton. Sehingga Pemprov DKI Jakarta berpotensi mendapatkan cuan alias pendapatan sebesar Rp 59,4 miliar per tahun.
Baca juga : BSKDN Kemendagri Ukur Kinerja Pemda Secara Ketat Dan Berkelanjutan
Wakil Kepala Dinas LH DKI Jakarta Sarjoko menjelaskan, metode RDF Plant dipilih karena lebih optimal dalam mengelola sampah. Selain itu, biaya pembangunan relatif lebih murah, hanya Rp 1,1 triliun.
“Kami sudah membangun RDF di Bantar Gebang. Kami harapkan bisa mengurangi permasalahan sampah di Jakarta meskipun belum menyelesaikan secara tuntas,” kata Sarjoko.
Karena itu, pada 2024, pihaknya akan membangun dua RDF Plant lagi. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap rencana tersebut, baik prosedur pembangunan sampai keselamatan para pekerja di pengolahan sampah RDF.
“Para pegawai nanti akan kami berikan Alat Pelindung Diri (APD) yang bisa menjamin keselamatan mereka,” imbuhnya.
Baca juga : Pemkab Bangka Lakukan Studi Banding di Bank Sampah Universitas Budi Luhur
Sebelumnya, Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya tidak membatalkan rencana pembangunan ITF Sunter. Namun Asep bilang, pihaknya akan fokus dulu melanjutkan pembangunan RDF.
Sebab, menurut Asep, pembangunan hingga pengoperasian RDF Plant lebih efisien dibandingkan ITF.
“Karena dari sisi pembiayaan investasi lebih murah, biaya operasional juga murah dan pembangunannya lebih cepat. Kemudian, hasilnya bisa kami jual ke pabrik semen,” kata Asep.
Menurut Asep, pembangunan ITF butuh waktu tiga tahun dan investasinya bisa empat kali lipat lebih besar dari RDF.
Baca juga : Pengelolaan Air Limbah Cegah Diare Dan Stunting
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 4/8/2023 dengan judul DKI Fokus Bangun RDF Plant, Pengolahan Sampah Lebih Optimal Dan Hasilkan Cuan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya