Dark/Light Mode

DKI Fokus Bangun RDF Plant

Pengolahan Sampah Lebih Optimal Dan Hasilkan Cuan

Jumat, 4 Agustus 2023 07:30 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sedang memindahkan sampah ke dalam truk menggunakan alat berat di kawasan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/7). (Foto: Ist)
Petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sedang memindahkan sampah ke dalam truk menggunakan alat berat di kawasan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/7). (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Hasilkan Cuan

Proyek dua RDF Plant pada tahun depan rencananya akan dibangun di Rorotan, Jakarta Utara dan Pegadungan, Jakarta Barat.

Pengolahan sampah dengan RDF Plant terdiri atas tahap penyaringan (screening), pemilahan (separating), pencacahan (shredding) dan pengeringan (drying). Hasil RDF berupa olahan sampah dengan nilai ka­lori dan spesifikasi tertentu yang dapat dijadikan bahan bakar alternatif pengganti batubara.

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menargetkan produksi RDF di Bantar Gebang sebesar 700 ton sampah per hari. Olahan sampah RDF akan dijual dengan harga 24 dolar AS atau sekitar Rp 359 ribu per ton. Sehingga Pemprov DKI Jakarta berpotensi mendapatkan cuan alias pendapatan sebesar Rp 59,4 miliar per tahun.

Baca juga : BSKDN Kemendagri Ukur Kinerja Pemda Secara Ketat Dan Berkelanjutan

Wakil Kepala Dinas LH DKI Jakarta Sarjoko menjelaskan, metode RDF Plant dipilih karena lebih optimal dalam mengelola sampah. Selain itu, biaya pem­bangunan relatif lebih murah, hanya Rp 1,1 triliun.

“Kami sudah membangun RDF di Bantar Gebang. Kami harapkan bisa mengurangi per­masalahan sampah di Jakarta meskipun belum menyelesaikan secara tuntas,” kata Sarjoko.

Karena itu, pada 2024, pihaknya akan membangun dua RDF Plant lagi. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap rencana tersebut, baik prosedur pembangunan sampai keselamatan para pekerja di pengolahan sampah RDF.

“Para pegawai nanti akan kami berikan Alat Pelindung Diri (APD) yang bisa menjamin keselamatan mereka,” imbuhnya.

Baca juga : Pemkab Bangka Lakukan Studi Banding di Bank Sampah Universitas Budi Luhur

Sebelumnya, Kepala Dinas LH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, pihaknya tidak mem­batalkan rencana pembangunan ITF Sunter. Namun Asep bilang, pihaknya akan fokus dulu melan­jutkan pembangunan RDF.

Sebab, menurut Asep, pem­bangunan hingga pengoperasian RDF Plant lebih efisien dibandingkan ITF.

“Karena dari sisi pembiayaan investasi lebih murah, biaya operasional juga murah dan pem­bangunannya lebih cepat. Kemu­dian, hasilnya bisa kami jual ke pabrik semen,” kata Asep.

Menurut Asep, pembangunan ITF butuh waktu tiga tahun dan investasinya bisa empat kali lipat lebih besar dari RDF.

Baca juga : Pengelolaan Air Limbah Cegah Diare Dan Stunting

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat 4/8/2023 dengan judul DKI Fokus Bangun RDF Plant, Pengolahan Sampah Lebih Optimal Dan Hasilkan Cuan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.