Dark/Light Mode

Jaga Stabilitas Harga Pangan Di Jakarta

Heru Geber Program Jual Sembako Murah

Kamis, 25 Januari 2024 07:30 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. (Foto: Antara)
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
Senin (22/1) pagi, Pj Gubernur Heru didampingi Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Pusat, Iqbal Akbarudin meninjau kegiatan penjualan sembako murah di halaman Kantor Kelurahan Gu­nung Sahari Utara.

“Sembako murah seharga Rp 130 ribu dijual hanya Rp 100 ribu per paket. Ini membantu meringankan masyarakat mendapat­kan pangan murah,” ujar Heru saat melakukan peninjauan di Kantor Kelurahan Gunung Sahari Utara.

Heru memastikan penjualan sembako murah akan terus di­laksanakan hingga Hari Raya Lebaran 2024.

Heru berharap, selain dapat mengendalikan harga, Program Sembako Murah dirasakan lang­sung manfaatnya oleh warga.

“Harapan kami, fluktuasi harga di pasar relatif stabil, makanya kegiatan ini terus kita gencarkan,” ucapnya.

Baca juga : Gibran Borong Jualan Santri

Anggota DPRD DKI Jakarta Wawan Suhawan mengapresiasi Program Sembako Murah. Program ini dapat meringankan beban masyarakat penerima manfaat.

Agar lebih tepat sasaran, Wawan meminta, Pemprov DKI Jakarta mengatur mekanisme pembeliannya agar program ini tidak dimanfaatkan oknum untuk menimbun dan menjual kembali sembako.

Anggota Komisi D ini menyarankan penjualan sembako murah diprioritaskan untuk war­ga miskin atau berpenghasilan rendah. “Pelaksanaannya harus tepat sasaran untuk orang-orang yang berhak dan dipermudah,” kata Wawan.

Salah satu caranya, menurut dia, setiap kelurahan mendata warga yang dinilai berhak mem­beli sembako murah, lalu mem­berikan kupon untuk ditukar.

Selain itu, dia meminta lokasi penjualan sembako murah tidak hanya dilakukan di lingkungan kantor kelurahan, namun di tingkat Rukun Warga (RW) atau di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Baca juga : Prabowo-Gibran Dorong Perkembangan Wirausaha Generasi Muda

“Banyak masyarakat yang rumahnya jauh. Untuk sampai di kelurahan perlu naik kendaraan dan mengeluarkan ongkos,” tandasnya.

Harga Masih Mahal

Kendati disambut baik masyarakat, Program Sembako Murah, banyak mendapat kritik netizen. Isi paket yang dijual dalam Program Sembako Murah, masih dianggap kemahalan. Kritik disampaikan mereka di akun resmi Pemprov DKI, @dkijakarta.

“Kalau Rp 100k ukuran segitu mah sama saja, selisih berapa ribu doang,” kata @nurlaelaal­bantanyy.

“Harganya nggak jauh beda dengan di pasar, judulnya saja sembako murah, tapi bukan murah sih itu mah,” sentil @femi5674.

Baca juga : Tingkatkan Literasi Keuangan, BNI dan OJK Ajak Pelajar Kenali Program SiMuda

“Kalau Rp 100 ribu isinya itu doang sih bukan sembako murah, kalau di harga Rp 50 ribu barulah dibilang murah,” sahut @abiezaralhafizh.

“Kalau dirincikan, Minyak Kita 1 liter Rp 15.000, gula pasir 1 kg Rp 15.000, tepung terigu 2 kg Rp 20.000, beras 5 kg Rp 50.000. Berarti kan nggak beda jauh sama di pasar, kalo nggak Rp 100.000 tambahan kasih Indomie sama telur baru beneran murah,” beber @kim.yeoja29.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis 25/1/2024 dengan judul Jaga Stabilitas Harga Pangan Di Jakarta, Heru Geber Program Jual Sembako Murah     

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.