Dark/Light Mode

Kasus Covid Tinggi, Anies Nggak Masalah Dinilai Buruk

Sabtu, 25 Juli 2020 18:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara RMInsight bertema `Resep Sembuhkan Ibu Kota Dari Corona` yang ditayangkan secara streaming di seluruh kanal media sosial Rakyat Merdeka, Sabtu (25/7). (Sumber: YouTube)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara RMInsight bertema `Resep Sembuhkan Ibu Kota Dari Corona` yang ditayangkan secara streaming di seluruh kanal media sosial Rakyat Merdeka, Sabtu (25/7). (Sumber: YouTube)

 Sebelumnya 
Rumah sakit yang ada, kata Anies, belum terpakai semuanya. Dia memastikan, DKI Jakarta tak akan keteteran jika kondisi wabah memburuk.

"Sekarang kita temukan kasus positif, disiolasi, rumah sakit kita siap menampung. Baru kepakai 44 persen. ICU 22 persen. Separuh belum digunakan. Mudah-mudahan tidak digunakan," sebutnya.

Baca juga : Diusung Banteng, Afifah Cetak Sejarah Di Pilkada Depok

Berbagai upaya telah dilakukan Pemprov DKI untuk mengendalikan penularan Covid-19 di Jakarta. Terutama di pasar-pasar tradisional. Salah satunya, dengan menutup selama tiga hari bagi pasar yang kedapatan pedagangnya positif Covid-19.

"Ini ampuh. Pengalaman pasar tutup itu traumatik bagi pedagang. Mereka nggak mau pasar tutup. Satu orang nggak pakai masker, dimarahin oleh orang sepasar. Kalau cuman diingatkan, nggak bisa," papar Anies.

Baca juga : Kepercayaan Publik Tinggi, Kejaksaan Agung Kini Jadi Harapan Rakyat

Meski terkendali, Anies meminta warga tetap mematuhi protokol kesehatan. "Belum aman sih. Masih harus ketat patuhi protokol kesehatan. Cuci tangan, pakai masker, jaga jarak. Antara Pemprov DKI Jakarta dan warga harus sama-sama jalan," tutur Anies.

"Kami tetap menggunakan pendekatan scientific, best practice. Kita tidak kalah dengan kota modern lainnya. Kolaborasi antara semua pihak, negeri, dan swasta terbangun di kota ini. Gorong-royong bukanlah kata-kata di kota ini," yakinnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.