Dark/Light Mode

Anies Klaim Pasar Sudah Aman, Benarkah?

Jumat, 31 Juli 2020 15:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: ist)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: ist)

 Sebelumnya 
Sementara itu, Ketua DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta Miftahudin menyatakan, pihaknya berusaha agar DKI Jakarta tidak menjadi  provinsi tertinggi klaster Covid-19 pasar tradisional. Berdasarkan hasil data terkini dari Ikappi, sudah sekitar 45 pasar yang telah ditutup di DKI Jakarta. Karenanya, pihaknya tengah menarget 155 pasar di DKI Jakarta untuk diberdayakan dan diedukasi.

"DKI Jakarta merupakan provinsi tertinggi atas penularan Covid-19 di klaster pasar dalam kurun waktu 1 bulan terakhir. Misalnya di Pasar Cempaka Putih dari 98 yang test swab, 70 di antaranya dinyatakan positif," ungkapnya.

Ikappi menyayangkan PD Pasar Jaya yang dinilai kurang aktif dalam menjalankan edukasi dan sosialisasi terhadap bahaya Covid-19. Imbasnya, ada dis-informasi di level paling bawah, yakni para pedagang pasar. "Kita akan terjun lakukan edukasi protokol kesehatan secara massif. Juga ada program pembagian 200 ribu masker," pungkasnya. 

Baca juga : Muhammadiyah Sudah Lemah

Masih Ada Pasar Ditutup

Pasar Pelita Tanjung Priok, Sungai Bambu, Jakarta Utara, ditutup sementara selama tiga hari dari Sabtu (1/8) hingga Senin (3/8). Penyebabnya, ada 3 pedagang pasar yang positif Covid-19. 

Lurah Sungai Bambu, Sumarno, mengatakan ketiga pedagang dinyatakan positif setelah menjalani tes swab yang dilakukan tim medis Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok beberapa hari lalu. Selanjutnya, Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) diterjunkan membersihkan pasar tradisional tersebut.

Baca juga : Mendes : BLT Dana Desa Rp 10,8 Triliun Sudah Disalurkan

Petugas pemadam kebakaran juga segera menyemprot disinfektan. "Selama penutupan pasar, akan disterilisasi menggunakan disinfektan. Kami memastikan tidak ada yang dapat masuk ke area pasar kecuali petugas berwenang," kata Sumarno dalam keterangannya, Jumat (31/7).

Tiga pedagang pasar terkonfirmasi positif Covid-19 kini tengah menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing. Ketiganya tak akan diperbolehkan berdagang sebelum tes swabnya menunjukkan hasil negatif. Kelurahan juga akan aktif memantau ketiga pedagang. 

Ia pun meminta pengelola Pasar Pelita menerapkan protokol kesehatan setelah dibuka. Yakni memastikan baik pengunjung maupun pedagang memakai masker, rutin mencuci tangan, serta menjaga jarak. "Juga agar lebih teliti terhadap kondisi kesehatan pedagang maupun pembeli. Terutama saat mengecek suhu di pintu utama pasar," tandasnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.