Dark/Light Mode

Meski Diklaim Sudah Relatif Aman

Pasar Tradisional Masih Jadi Sumber Penyebaran Corona

Minggu, 2 Agustus 2020 07:05 WIB
Aktivitas penjualan bahan kebutuhan pokok dan perabotan rumah di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. (Foto : Rakyat Merdeka/Khairizal Anwar)
Aktivitas penjualan bahan kebutuhan pokok dan perabotan rumah di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. (Foto : Rakyat Merdeka/Khairizal Anwar)

 Sebelumnya 
Swab Test Terus Dilakukan 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim, penularan di area pasar saat ini sudah lebih aman. Sebab, kini telah rutin dilakukan pemeriksaan Covid-19.

“Sesudah kita melakukan testing masif, kemudian rutin mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan. Sekarang tempat itu (pasar) menjadi relatif lebih aman,” ungkap Anies dalam rekaman yang disebarkan Humas Pemprov DKI Jakarta, Jumat (31/7) lalu.

Baca juga : Benarkah Klaim Pasar Tradisional Rada Aman?

Meski diklaim aman, pemeriksaan massal di pasar-pasar akan terus dilakukan. Supaya penularan Covid-19 bisa semakin terkendali. Menurut Anies, kini Pemprov DKI Jakarta mampu melakukan 9.800 tes setiap harinya untuk mencari pasien positif Covid-19 dan segera mengisolasinya.

“Ini yang akan kita lakukan terus. Kita berharap ke depan, makin cepat kita mengendalikan penularannya,” harap bekas Mendikbud ini.

45 Pasar Pernah Ditutup

Baca juga : Bersama Keluarga, SBY Rayakan Hari Jadi Pernikahan Di Pusara Ani Yudhoyono

Ketua DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta, Miftahudin menyatakan, pihaknya berusaha agar DKI Jakarta tidak menjadi provinsi tertinggi klaster Covid-19 pasar tradisional.

Berdasarkan data terkini Ikappi, sudah sekitar 45 pasar yang telah ditutup sementara di DKI Jakarta. Melihat hal itu, pihaknya tengah menarget 155 pasar untuk diberdayakan dan diedukasi.

“DKI Jakarta merupakan provinsi tertinggi atas penularan Covid-19 di klaster pasar dalam kurun waktu sebulan terakhir. Misalnya di Pasar Cempaka Putih dari 98 yang test swab, 70 di antaranya dinyatakan positif,” papar Miftahudin.

Baca juga : Penasehat Keamanan Nasional AS Kena Corona

Agar tak terjadi disinformasi di level paling bawah, yakni para pedagang, Ikappi terjun langsung mengedukasi protokol kesehatan.

“Kita akan terjun lakukan edukasi protokol kesehatan secara masif. Begitu juga ada program pembagian 200 ribu masker,” ungkapnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.