Dark/Light Mode

Anggaran Trotoar Dialihkan Ke Corona

Proyek Jalur Pejalan Kaki Cuma Terealisasi 15 Persen

Minggu, 30 Agustus 2020 06:53 WIB
Ilustrasi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sedang mengecat trotoar di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jakarta, Sabtu (22/6/2019). (Foto : Rakyat Merdeka/Putu Wahyu Rama)
Ilustrasi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sedang mengecat trotoar di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jakarta, Sabtu (22/6/2019). (Foto : Rakyat Merdeka/Putu Wahyu Rama)

 Sebelumnya 
Kampanye Jalan Kaki

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga berharap Pemprov DKI Jakarta tak hanya fokus membangun jalur sepeda. Namun meningkatkan kualitas trotoar, sehingga pejalan kaki merasa aman dan nyaman.

Baca juga : Penjualan Alat Berat United Tractors Anjlok 56 Persen

“Kita harapkan Dinas Bina Marga dan Bappeda punya rencana membuat jalur pejalan kaki se Jakarta. Galakkan kampanye berjalan kaki, dimulai dari para pejabat teras lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot, supaya jadi budaya dan lebih sehat,” ujar Nirwono.

Dia memaklumi, di tengah pandemi Covid-19 yang masih tinggi di Jakarta, sudah tepat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan fokus menangani penyelesaian dan penanganan pan demi. Walau begitu, Nirwono berharap Dinas Bina Marga DKI Jakarta mulai melakukan persiapan.

Baca juga : Meriahkan HUT ke-75 RI, Pelanggan Cukup Bayar Tiket s.d 75 Persen Saja

Artinya, program pembangunan tidak berhenti total. Rencana induk trotoar dan SJUT dapat diselesaikan sampai dengan akhir tahun ini. “Pemprov DKI Jakarta dapat mendorong pembangunan revitalisasi trotoar sekaligus penataan utilitas terpadu saat ini. Sebagai program padat karya pengungkit dan penggerak ekonomi lokal di tengah pandemi,” ungkap Nirwono.

Perlu Kolaborasi

Baca juga : PAD Jakarta Jebol 80 Persen

Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus menilai, hak-hak pejalan kaki bisa terpenuhi jika ada kemauan sejumlah pihak untuk bekerja sama. Kolaborasi antar lembaga dan instansi sangat penting. Maksudnya, lanjut Alfred, jangan hanya pemerintah yang membangun, tetapi tak ada uang merawat untuk peningkatan kennamanan dan keselamatan pejalan kaki di area pedestrian. “Tanpa adanya kerja sama dan merawat fasilitas pejalan kaki, maka tidak akan ada artinya,” saran Alfred.

Misalkan, tambahnya, sekarang sudah mulai aktif para pihak, pemilik gedung, untuk membuka pagar depannya dan membuat akses yang lebih nyaman bagi para pejalan kaki. “Itu salah satu kolaborasi yang cukup aktif dari pemilik gedung,” ungkap Alfred. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.