Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Demo Rentan Kerek Jumlah Warga Terpapar Corona
Penularan Bisa Tembus 8 Ribu Orang Per Hari
Sabtu, 10 Oktober 2020 07:41 WIB
Sebelumnya
Hasilnya, 3 remaja dinyatakan positif Corona. Remaja ini kebanyakan berasal dari Serang, Banten.
“Tidak tertutup kemungkinan 93 orang lainnya pun bisa tertular,” ungkap Kepala Polres Jakbar, Kombes Audie S Latuheru.
Kasus serupa ditemukan di Jakarta Selatan (Jaksel). Polres Jaksel menemukan, 5 remaja reaktif saat 161 remaja diperiksa rapid test ketika hendak bergabung dalam demo ke Istana Negara.
Kapolres Jaksel, Kombes Budi Sartono mengungkapkan, pihaknya telah mengirim kelima remaja tersebut ke Wisma Atlet untuk mengikuti isolasi.
Baca juga : Takut Terpapar Corona Warga Ogah Mengungsi
Hal itu bertujuan mengantisipasi timbulnya klaster Corona dari kelompok massa aksi.
Sementara Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menemukan 12 orang reaktif setelah rapid test.
Mereka ditemukan dari 200 orang diduga kelompok anarko (kelompok yang menolak keberadaan aturan) yang hendak melakukan aksi di DPR, Jakarta Pusat.
Dari 200 orang yang diamankan, 90 orang telah rapid test dan 12 di antaranya reaktif.
Baca juga : Tambah 822 Kasus, Total Pasien Corona Di Jakarta Tembus 80.036 Orang
PSBB Jadi Sia-sia
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani menilai, demo besar-besaran di Ibu Kota mengacaukan penanganan Covid-19.
Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah empat minggu ini akan berakhir sia-sia.
“Dampak dari demo, (bisa) timbul klaster baru. Usaha rakyat, usaha Pemprov DKI Jakarta lewat PSBB menjadi sia-sia,” ujar Zita, dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga : Waspadai Penularan Covid-19 Dari Orang Terdekat
Menurut Zia, Jakarta merupakan daerah yang paling banyak menerapkan berbagai cara memberhentikan pandemi Covid-19. Tetapi hasilnya sama saja, karena tidak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
"Kalau tidak ada dukungan dari semua pihak, lebih baik rakyat dibiarkan bebas saja. Biarkan mereka mencari nafkah untuk perkuat imunnya sendiri, karena pemerintah tidak mampu atau mungkin tidak mau untuk penuhi itu,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya