Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
“Tadi saya sudah tanya memastikan. Ternyata rumah ini ya memang bukan rumah Anies. Entah rumah milik siapa,” ujar Tatak di akun Twitter-nya @tatakujiyati, kemarin.
Ia menilai, fitnah tersebut disebar hanya untuk merusak nama baik Anies. Kenapa tidak lapor polisi? Dia bilang tak perlu. Cukup diklarifikasi saja. Kalau setiap fitnah dilaporkan ke polisi, pasti polisi akan sibuk sekali.
Baca juga : Roket Palestina Serang Rumah Pejabat Israel
“Sementara ABW (Anies Baswedan) saya pahami lebih pilih fokus menunaikan janji politiknya kepada warga Jakarta. Maka fitnah-fitnah itu kita anggap saja noise, yang cukup kita counter, lalu abaikan,” ujarnya.
Politisi Gerindra, M Taufik juga menepis kabar gratifikasi rumah tersebut. Dia menilai foto rumah yang beredar di medsos tidak sesuai dengan tipe dan selera Anies. Menurutnya, Anies memiliki selera rumah yang unik seperti rumah pribadinya saat ini yang ada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Baca juga : Terbitkan Ingub, Anies Minta Lurah Pelototin Warga Dari Kampung Halaman
“Orang bikin gambar itu berarti orang yang nggak paham, nggak kenal Pak Anies. Kita liat rumah Pak Anies itu antik loh, di dalam tanah, atasnya pendopo, bawahnya rumah. Jadi, kalau kita ngobrol di pendopo, kita nggak tau di bawah ada rumah,” kata Taufik, kemarin.
Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin menilai, berbagai serangan kepada Anies ini tak lepas dari prestasi Anies selama memimpin Ibukota. Selain itu, Anies kerap unggul dalam survei capres 2024. Karena itu, wajar kalau musuh politiknya ingin membusukkan Anies. “Suka atau tidak suka, Anies ini dianggap sebagai capres 2024. Karena itu, wajar kalau diserang terus,” kata Ujang, saat dikontak Rakyat Merdeka, tadi malam.
Baca juga : OSO Dan LaNyalla Panaskan 2024
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menyarankan, sebaiknya Anies tidak reaktif dalam menghadapi berbagai serangan dan fitnah tersebut. Cukup klarifikasi dengan terang benderang. Tak perlu sampai emosional.
“Dalam politik, isu apapun, baik itu benar atau tidak, akan menjadi sebuah kebenaran bila dibiarkan. Tak cuma itu, isu itu akan menjadi bola liar. Sebaliknya, jika diklarifikasi dengan elegan, justru akan mendapat poin tersendiri,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya