Dark/Light Mode

Banyak Warga Masih Keluyuran

Penyekatan Di Pos Kalimalang Gaduh, Polisi Buka Tutup Jalan

Senin, 5 Juli 2021 05:32 WIB
Suasana pos penyekatan di kalimalang saat ppkm darurat. (Foto : Istimewa).
Suasana pos penyekatan di kalimalang saat ppkm darurat. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) masih keluyuran meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah berlaku. Bahkan, mereka nekat menerobos penyekatan jalan.

Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menutup 63 pintu masuk ke Ibu Kota Jakarta mulai Sabtu (3/7), pukul 00.00 WIB. Penyekatan ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas warga. Ada 63 titik penyekatan. Yakni 28 titik di dalam kota dan jalan tol, dan 21 titik di pembatasan.

Berita Terkait : Tinjau Penyekatan Akses Keluar-Masuk Jakarta, Anies: Ini Usaha Menyelamatkan Kita Semua

Penyekatan jalan hari pertama tak semulus yang direncanakan. Misalnya, di wilayah Lampiri, Kalimalang, perbatasan Jakarta Timur dengan Kota Bekasi. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan pengendara motor sempat terlibat cekcok.

Hal itu terjadi bermula dari puluhan pemotor kecewa jalanan ditutup dengan barrier oranye. Mereka tak terima tidak boleh melintas masuk ke Jakarta. Para pengendara membunyikan klakson berkali-kali. Hal ini memancing emosi seorang polisi yang sedang beristirahat di tenda penyekatan di bawah Jalan Layang Tol Becakayu. Polisi ini, kemudian mendatangi mem­bantu petugas Dishub.

Berita Terkait : Polda Bali Kerahkan Ribuan Personel Pelototi PPKM Darurat

Petugas mencoba memberikan sosialiasi tentang aturan PPKM Darurat. Namun, pengendara tetap tidak terima dan semakin kencang membunyikan klak­son. Di tengah situasi itu, ada salah satu pengendara jeng­kel melakukan putar balik dengan menabrak trotoar sambil menatap ke arah petugas untuk menunjukkan kekecewaannya. Petugas kepolisian terpancing, mengambil batu dan mengejar pengendara itu.

Warga yang melihat kejadian ini berteriak. Suasana semakin gaduh karena pada waktu bersamaan pengendara membunyikan klak­son. Mencegah kericuhan, petugas membuka penyekatan. Membiar­kan kendaraan melintas dari arah Bekasi menuju Jakarta Timur.

Berita Terkait : Panglima TNI Dan Kapolri Tinjau Penyekatan Jalan Di Daan Mogot

Selain di Kalimalang, suasana riuh terjadi di pos penyekatan Ja­lan Daan Mogot, Jakarta Barat. Ribuan kendaraan berusaha ma­suk ke Jakarta sehingga terjadi kemacetan panjang. Kemacetan terjadi Sabtu (3/7) sekitar pukul 10.00 WIB hingga dengan 11.00 WIB. Suasana serupa terjadi di wilayah perbatasan Jakarta ba­gian Selatan, petugas menyekat ruas jalan dari arah Depok di Jalan Raya Lenteng Agung. Pengendara diminta berputar arah di flyover Lenteng Agung, Jaga­karsa, Jakarta Selatan. Karena macet Panjang, petugas mem­buka barrier sekitar pukul 06.00 WIB. Di titik ini, petugas juga melakukan buka tutup.

Untuk titik penyekatan lain­nya berjalan kondusif. Seperti di perempatan Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Memang, banyak pengendara yang belum paham dan bertanya. Namun, semuanya patuh saat disuruh putar balik. Berdasarkan pan­tauan, dua hari PPKM Darurat, kendaraan yang melintas relatif sepi. Padahal, kawasan ini selalu macet saat sore dan pagi hari.
 Selanjutnya