Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tingkatkan Fasilitas Penanganan Pasien Covid-19

Jakarta Ancang-ancang Hadapi Gelombang Tiga

Rabu, 3 Nopember 2021 07:00 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Istimewa)
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ancang-ancang menghadapi potensi terjadinya gelombang ketiga penularan virus Corona di Ibu Kota. Langkah itu antara lain meningkatkan jumlah fasilitas kesehatan untuk menangani pasien Covid-19.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, pihaknya tetap waspada meskipun pandemi terkendali dan keterisian rumah sakit (RS) rendah.

Berita Terkait : Menkominfo: Kenaikan Covid-19 Kecil Pun Harus Jadi Perhatian

“Berbagai fasilitas tidak berkurang. Sekalipun bed occupancy rate (BOR) turun, berbagai fasilitas terus kami tingkatkan,” ungkap Riza, di Balai Kota DKI, Senin (1/11).

Peningkatan fasilitas kesehatan yang telah dilakukan DKI, yakni menyediakan RS khusus Covid-19, tenaga kesehatan, obat-obatan, tes PCR (Polymerase Chain Reaction), vaksin, vitamin, masker, Alat Perlindungan Diri (APD), dan oksigen.

Berita Terkait : HNW Pertanyakan Pengurangan Bantuan Covid-19 Untuk Anak Yatim

Wagub bersyukur, pelonggaran Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak berdampak pada meningkatnya kasus Covid-19. Indikatornya, papar Riza, bisa dilihat dari tingkat keterisian tempat tidur dan ICU (Intensive Care Unit) di 140 RS rujukan Covid-19 di Ibu Kota, terus menurun.

“Saat ini, tempat tidur isolasi hanya terpakai 4 persen dan ICU 15 persen,” ungkapnya.

Berita Terkait : Di Balik Pandemi Covid-19, Ada Pelajaran Dan Peluang Bagi RI

Politisi Gerindra ini menyebutkan, hanya 202 dari 4.745 tempat tidur isolasi yang terpakai oleh pasien Covid-19. Jumlah BOR ini berkurang 2 persen dibandingkan 2 pekan sebelumnya. Yakni, pada 24 Oktober lalu terpakai 322 dari 5.083 tempat tidur.

Menurutnya, angka BOR tempat tidur isolasi mengalami penurunan secara konsisten sejak 21 Juni hingga 15 Juli 2021. Saat itu, BOR di atas angka 90 persen. Puncak tertinggi terjadi pada 28 Juni dengan angka BOR 94 persen. Ketika itu 9.787 tempat tidur isolasi terpakai dari kapasitas 10.448 bed.
 Selanjutnya