Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Balik Pandemi Covid-19, Ada Pelajaran Dan Peluang Bagi RI

Jumat, 22 Oktober 2021 12:53 WIB
President Harvard Club of Indonesia Melly Darsa. (Foto: Ist)
President Harvard Club of Indonesia Melly Darsa. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Para Ikatan Alumni Harvard di Indonesia, Harvard Club of Indonesia (HCI) berusaha menggali peluang besar dari pandemi Covid-19. HCI menilai, kondisi pandemi bisa menjadi pelajaran sekaligus peluang untuk Indonesia bangkit.

CEO of Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah mengatakan, pandemi Covid-19 telah mendorong pesatnya kemajuan teknologi. Sekaligus, mengekspos kelemahan-kelemahan Indonesia.

Di antaranya, sistem dan layanan kesehatan, logistik dan infrastruktur, digital technology, juga kompetensi sumber daya manusia alias SDM.

Berita Terkait : Puan: Covid-19 Melandai Tapi Syarat Perjalanan Makin Ketat

"Saya pikir ini bisa jadi kesempatan untuk memperbaiki akar masalahnya. Juga, memperkuat area-area tersebut dengan lebih terfokus," ujar Ridha dalam diskusi webinar bertajuk "Bertumbuh di Dunia Pasca-Pandemi: Bagaimana Indonesia Bisa Bangkit dan Berjaya", Jumat (22/10).

Diskusi ini dibuka President Harvard Club of Indonesia Melli Darsa, dan dipandu moderator Guillaume de Gantès, alumni Harvard Business School yang saat ini merupakan Senior Partner McKinsey Indonesia.

Ridha mengingatkan, perbaikan di sejumlah sektor itu bisa membuka peluang pemerintah untuk berkolaborasi dengan sejumlah investor, baik dalam negeri maupun global, untuk berinvestasi di Indonesia.

Berita Terkait : Gus Halim: Pemda Berperan Penting Kuatkan Desa

Pembenahan ekosistem investasi, kepastian regulasi, serta proses investasi yang jelas dan transparan, akan membuat para investor tertarik menanamkan modalnya di Tanah Air. 

"Tugas kita semua adalah untuk memastikan potensi itu dapat direalisasikan. Oleh karena itu, semua elemen pelaku usaha, pemerintah, dan stakeholder terkait harus bergerak bersama menuju satu tujuan," tutup Ridha.

Sementara itu Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Arsjad Rasjid mengatakan, untuk menghadapi pandemi dibutuhkan gotong royong skala besar.

Berita Terkait : Pasca Pandemi, Dow Perkuat dan Terapkan Program Ekonomi Hijau

Gotong royong ini melibatkan berbagai elemen pengusaha, masyarakat dan pemerintah untuk melawan pandemi. Pada saat yang bersamaan, semua pihak perlu menjaga serta memulihkan sektor ekonomi.

"Dengan pendekatan gotong royong kita melawan pandemi. Mulai dari vaksinasi, hingga berbagai program dan aktivitas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Termasuk, membantu pada pelaku mikro dan UMKM," paparnya.
 Selanjutnya