Dark/Light Mode

Muktamar NU Merembet Ke Pilpres

Kiai Said Vs Gus Yahya, Siapa Yang Paling Layak Cawapres

Minggu, 12 Desember 2021 07:50 WIB
Kiai Said Aqil Siradj dan Kiai Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (Foto: Istimewa)
Kiai Said Aqil Siradj dan Kiai Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Namun, kedua calon yang tengah bertarung ini, menepis dugaan itu. Baik Kiai Said maupun Gus Yahya memastikan, tidak punya ambisi di Pilpres 2024. Perebutan kursi ketua umum NU diklaim untuk membawa organisasi lebih maju dan modern.

Bantahan pertama disampaikan Kiai Said. Ketum PBNU 2 periode ini menegaskan, dirinya tidak berhasrat maju di Pilpres 2024, terkait keputusannya maju lagi sebagai calon ketum.

Baca juga : Said Vs Yaqut Adu Kuat

“Tidak ada sama sekali, tidak ada,” kata Kiai Said, belum lama ini.

Alasan Kiai Said tidak akan maju di Pilpres 2024 karena tidak memiliki latar belakang politik. Kiai Said mengaku tidak pernah masuk ke parlemen dan menteri di kabinet.

Baca juga : Mutasi Virus Lazim, Yang Penting Jaga Kesehatan

“Bukan bidangnyalah sebagai pejabat politik. Saya kan belum pernah jadi menteri, belum pernah, jadi anggota DPR belum pernah, tidak ada obsesi untuk lebih naik lagi,” tegasnya.

Bantahan yang sama juga disampaikan Gus Yahya. Kakak dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Katim Aam PBNU ini menegaskan, dirinya tidak punya ambisi untuk terjun di Pilpres mendatang.

Baca juga : Polemik Muktamar NU Ke-34 Makin Panas, Gus Khayat Himbau Para Nahdliyin Lakukan 5 Hal Ini

“Menurut saya, ini mutlak, saya pribadi tidak akan mencalonkan diri (jadi presiden) atau bersedia dicalonkan juga, tidak mau maju,” ujar Gus Yahya.

Bukan tanpa sebab penolakan pria yang pernah menjabat Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019 itu. Dengan bercanda, Gus Yahya mengatakan, sudah pernah menjadi presiden dan rasanya tidaklah enak. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.