Dewan Pers

Dark/Light Mode

1 Omicron Nemplok Di Wisma Atlet

Tenang, Jangan Panik!

Jumat, 17 Desember 2021 07:50 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers perkembangan pandemi Covid-19 secara daring, Kamis (16/12/2021). (Foto: Kemenkes)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers perkembangan pandemi Covid-19 secara daring, Kamis (16/12/2021). (Foto: Kemenkes)

 Sebelumnya 
Rinciannya, 2 WNI dan 3 WNA. Dua WNI jadi suspek karena baru kembali melakukan perjalanan dari Amerika dan Inggris. Keduanya kini diisolasi di Wisma Atlet. Sementara 3 WNA adalah asal China yang ada di fasilitas karantina Manado.

“Kelima orang ini sedang dilakukan tes genome sequencing dan diharapkan 3 hari ke depan bisa dikonfirmasikan,” ujarnya.

Menghadapi kejadian ini, Budi meminta, masyarakat tetap tenang, tidak usah khawatir dan panik. Ia meminta masyarakat mengurangi perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak karena penularan Omicron sangat cepat. Ia lalu mencontohkan penyebaran Omicron di Inggris. Di negeri Ratu Elizabeth itu penambahan kasus Omicron sudah mencapai 70 ribu per hari.

Berita Terkait : BNPB Siapkan Rusun Nagrak Dan Wisma Atlet Untuk Karantina PMI

“Hospitalization Omicron memang lebih rendah dibandingkan Delta, namun tetap harus waspada,” ujarnya.

Budi menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan transmisi komunitas dari varian Omicron. Meski begitu, pemerintah akan mempersiapkan infrastruktur kesehatan untuk menghadapi varian ini. Mulai dari menyiapkan rumah sakit, mobil ambulans, hingga obat-obatan.

Pihaknya juga akan memperbanyak pemeriksaan WGS dan menggencarkan Reagen PCR SGTF yang bisa memberikan marker atau indikasi dini varian Omicron.

Berita Terkait : Indonesia Jangan Jumawa...

Ketua Satgas Covid-19, Letjen Suharyanto menyampaikan imbauan serupa. Ia minta masyarakat terus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Kata dia, pemerintah telah memperketat pintu masuk Internasional untuk mencegah penularan Omicron.

Misalnya para pelaku perjalanan internasional dari 11 negara; 10 negara Afrika dan 1 Hong Kong dilakukan karantina terpusat selama 14 hari dan di luar itu karantina selama 10 hari.

Pelaksanaan karantina telah disiapkan beberapa tempat seperti di Wisma Atlet: Tower 7 khusus untuk karantina Pekerja Migran Indonesia dan juga Rusun Nagrag Cilincing. “Pelaksanaan karantina tetap dijalankan sesuai prosedur sehingga meski ada varian Omicron, Indonesia tetap bisa mengendalikan laju kasus,” kata Suharyanto.

Berita Terkait : Cegah Omicron, Kemenhub Terbitkan Aturan Penerbangan Internasional Terbaru

Mendapat laporan varian Omicron sudah masuk Indonesia, Presiden Jokowi pun bergerak cepat. Jokowi mengumpulkan Kepala Daerah membahas percepatan vaksinasi untuk mengantisipasi penyebaran Omicron.
 Selanjutnya