Dewan Pers

Dark/Light Mode

Varian Omicron Belum Masuk

Indonesia Jangan Jumawa...

Minggu, 12 Desember 2021 06:30 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. (Foto; Marji-Medcom).
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito. (Foto; Marji-Medcom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia masih bisa bernafas lega. Pasalnya, hingga kini belum ditemukan kasus Covid-19 varian Omicron.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, Pemerintah terus memonitor distribusi varian Covid-19 melalui sequencing spesimen pelaku perjalanan di tiap pintu masuk yang tersebar di Indonesia. Dia menegaskan, sampai saat ini belum ditemukan kasus Covid-19 varian Omicron.

“Pemerintah berkomitmen akan mengoptimalisasi kapasitas testing, khususnya alat testing yang memiliki sensitivitas yang tinggi untuk mendeteksi berbagai varian baru Covid-19,” ungkapnya.

Berita Terkait : Jangan Buru-buru Dilonggarin

Wiku mengatakan, saat ini laboratorium di seluruh Indonesia sudah bisa mendeteksi karakteristik genetik sekitar 500-600 sampel per hari untuk mendukung upaya peningkatan jumlah sequencing. Khususnya spesimen pelaku perjalanan dari negara-negara yang terdeteksi mengalami transmisi komunitas akibat varian Omicron.

“Dalam rangka mendukung kebijakan perpanjangan durasi karantina, Pemerintah menjamin ketersediaan fasilitas karantina. Baik di Wisma Atlet atau Pasar Rumput dengan kapasitas kamar mencapai 3.700 kamar serta 72 hotel yang tersebar secara nasional,” ungkap Wiku.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro meminta seluruh pihak tetap waspada. Dia mengingatkan, kewaspadaan yang tinggi akan tetap membawa keuntungan bagi semua dibandingkan lengah dan terlena.

Berita Terkait : Gandeng Chelsea Olivia, Makuku Indonesia Luncurkan Popok Formula Baru

“Hasil whole genome sequencing (WGS) dari Indonesia masih tidak ditemukan varian Omicron di Indonesia. “ kata dia.

Menghadapi varian-varian Covid-19, Reisa menyebut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menyatakan bahwa vaksin masih ampuh melindungi manusia dari sakit berat dan kematian. Selain itu, Pemerintah dan individu diminta menggunakan semua alat yang dimiliki untuk melakukan pencegahan, pengujian, dan perawatan untuk melawan Covid-19.

“Salah satu yang paling utama mempercepat cakupan vaksinasi Covid-19 pada populasi paling berisiko. Pemerintah terus berupaya meningkatkan percepatan vaksinasi di Tanah Air,” tutur Reisa.

Berita Terkait : Pemberantasan Korupsi Dinilai Belum Baik, Jokowi Ingatkan Penegak Hukum Jangan Berpuas Diri

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban mengatakan, hingga kini belum ada laporan dari rumah sakit mengenai varian Omicron.

“Masih sepi banget, masih kosong dan sunyi. Intinya kita bisa monitor melalui rumah sakit, tapi ini tidak ada kenaikan pasien dirawat,” kata Zubairi.
 Selanjutnya