Dark/Light Mode

Wisata Ke Luar Negeri, Karantina Minta Gratis

Malu Dong, Ah...

Selasa, 21 Desember 2021 07:30 WIB
Tangkapan video suasana penumpang dari luar negeri yang terlantar di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Istimewa)
Tangkapan video suasana penumpang dari luar negeri yang terlantar di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Dia bilang, cuma ada tiga kriteria masyarakat yang berhak karantina di wisma atau layanan karantina pemerintah secara gratis itu. Di luar itu tidak diperbolehkan. Sesuai dengan surat edaran Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19.

Pertama, Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik TKI atau TKW. Kedua pelajar Indonesia yang dapat beasiswa di luar negeri dan lain sebagainya. “Ketiga itu Aparatur Sipil Negara atau PNS yang diberi surat dinas dari pemerintah,” tambahnya.

Para wisatawan yang viral memprotes tak mau karantina di hotel adalah orang-orang yang ribet dan susah diberi tahu. Mereka ingin karantina gratis di Wisma Atlet dengan beralasan tidak punya uang. Tapi fakta yang terlihat handphone-nya bagus, perhiasannya banyak.

Baca juga : Daripada Ke Luar Negeri, Lalu Karantina Lebih Baik Di Dalam Negeri Aja Deh

“Terus dia paspornya kelihatan di imigrasi bolak-balik ke luar negeri. Tolong itu digarisbawahi, itu namanya angel alias susah. Itu datanya ada setiap hari ada yang seperti itu. Jadi kan dia malah beban negara kok malah dibalik-balik dia yang nggak diurus negara,” tegas dia.

Lalu, Agus merespons terkait keluhan mahalnya biaya karantina di hotel yang hingga mencapai Rp 19 juta. Dengan harga Rp 19 juta, itu merupakan paket karantina di hotel untuk 10 hari.

Karantina di hotel itu tidak sama dengan reguler yang masuk hotel terus check out gitu, bukan. Itu ada nakesnya, ada PCR-nya ditanggung hotel. Terus di hotel PCR kedua ditanggung oleh hotel. Armada pengangkutnya dari bandara yang bawa dari hotel, keamanannya juga hotel,” tandas Agus.

Baca juga : Pasca Karantina, Grace Natalie Ikut Konsolidasi PSI

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta warga yang baru pulang dari luar negeri tidak lebay. Kata Luhut, jangan mengarang-ngarang berita yang tidak benar, terkait dengan fasilitas karantina yang disiapkan pemerintah. Warga yang baru pulang dari luar negeri itu bukanlah mereka yang masuk dalam kategori untuk bisa karantina di Wisma Atlet.

Luhut menjelaskan, si perekam merupakan WNI yang baru pulang berlibur dari luar negeri. Namun setibanya di Tanah Air, mereka maunya karantina secara gratis di Wisma Atlet, meski itu bukan peruntukkannya.

“Kami sudah minta kepada Polda Metro untuk lakukan razia di lapangan terbang Soetta yang ternyata banyak yang sebarkan video itu, banyak yang belanja di luar negeri, shopping, tidak mau karantina di hotel, padahal dia bisa, dia minta supaya dikarantina di Wisma Atlet karena gratis,” beber Luhut, kemarin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.