Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Belajar dari lonjakan kasus sebelumnya, BGS juga menyiapkan oksigen. Normalnya, kebutuhan oksigen hanya 700 ton per hari. Namun telah terjadi kenaikan hingga 2.200 ton per hari.
Sejak Juli tahun lalu, pihaknya mendatangkan 16 ribu oksigen konsentrator dan sudah dikirim ke seluruh rumah sakit di Indonesia. Jumlah ini setara dengan 800 ton per hari.
Baca juga : Obat Covid, Kabar Baik Dan Tanda Tanya
Alat ini tinggal dihubungkan ke sumber listrik dan akan mengeluarkan oksigen.
“Kita juga sudah menerima dan sekarang sedang memasang (70 persen selesai) 31 oxygen generator. Ini oksigen besar, yang bisa mensuplai satu rumah sakit dan juga bisa mengisi tabung. Itu juga sudah kita siapkan,” tegas BGS.
Baca juga : Hari Ini Polda Metro Gelar SIM Keliling, Cek Di Sini Lokasinya...
Bagaimana tanggapan epidemiolog soal obat Covid ini? Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengamini, kedatangan Molnupiravir di Indonesia. Karena obat ini terbukti efektif mencegah keparahan, termasuk fatalitas. Hanya saja, keberhasilannya bergantung pada momentum pemberian, seperti di awal fase infeksi.
“Berarti harus ditemukan secara cepat pasiennya jika ingin efektif. Artinya, keberhasilannya bergantung pada kemampuan deteksi dini. Bicara testing dan kesadaran masyarakat, ini PR bagi kita,” ulas Dicky, saat dihubungi, tadi malam.
Baca juga : Singapura Tarik Rem Darurat
Ia setuju dengan keputusan yang akan menyimpan obat ini, sampai terjadi lonjakan kasus. Apalagi, Molnupiravir terbilang mahal, yakni Rp 8 juta per tablet.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya