Dark/Light Mode
Sebelumnya
Menurut @ArfianAye, berkaca pada kasus Afrika Selatan, yang karakteristiknya mirip dengan Indonesia, kasus positif yang sangat-sangat tinggi tidak membuat okupansi rumah sakit tinggi. Tingkat kematian pun, kata dia, sangat-sangat rendah.
“Terbukti Omicron jauh lebih ringan daripada Delta,” klaim dia.
Kendati gejalanya ringan, @iic_a mengatakan, tingkat hunian rumah sakit di Amerika Serikat meningkat tajam. Kata dia, tingkat vaksinasi yang stagnan di negara tersebut menjadi salah satu penyebab Omicron meluas.
“Jadi jangan anggap remeh varian apapun kalau anda belum divaksinasi,” kata dia mengingatkan.
Baca juga : Malam Ini, Dewangga Siap Bikin Indonesia Juara Piala AFF
Akun @dr_koko28 menimpali. Kata dia, data Amerika & Eropa dalam kasus varian Omicron, kemungkinan adalah fase penentuan pandemi menjadi endemi. Omicron memiliki daya sebar dan tular di atas seniornya, tapi gejalanya tidak separah varian sebelumnya.
“Teman-teman yang masih mendisiplinkan diri dengan protokol kesehatan & pola hidup sehat, “berpegang erat”,” saran dia.
Akun @suhazeli mengatakan, varian Omicron tidak banyak menyebabkan gejala Covid- 19 yang serius. Mayoritas adalah ringan dan sederhana. Tetapi jumlah orang yang terkena berkali-kali lipat lebih banyak.
“Walaupun persentase kasus serius kecil, tetapi banyak yang terkena,” ujarnya.
Baca juga : Amerika Dan Eropa Diserang Omicron, Rupiah Babak Belur
Akun @sofiesyarief menyambung. Dia bilang, penularan varian Omicron lebih tinggi sekian kali dibanding Delta. Kalau pun gejala ringan, pasien tetap harus isolasi. Dia bilang, jika penularan tidak terkendali, akan banyak kegiatan terganggu.
“Kebayang gak kalau para nakes banyak tertular?” Maka penting buat menekan penularan,” kata dia.
Akun @AlbertSolo2 mengingatkan, varian Omicron berbeda dengan influenza, kendati gejalanya hampir mirip. Gejala umumnya adalah pilek, demam tinggi, muka pucat, mual dan tidak ada nafsu makan.
“Tapi jangan dianggap enteng Omicron tersebut, karena beda dengan flu biasa,” ujarnya.
Baca juga : Varian Omicron Dan Era Deglobalisasi
Akun @mantris mengatakan, varian Omicron terlihat ringan dampak medisnya, tetapi dampak ekonominya tetap berat. Di mana orang harus terbang dengan test PCR, harus karantina, harus vaksin, harus booster dan tes antigen.
“Industri farmasi masih menikmati bulan madunya,” kata dia. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.