Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ada Penugasan 35 Ribu MW
Erick Prioritaskan Batubara Buat PLN
Jumat, 7 Januari 2022 06:50 WIB
Sebelumnya
Meski demikian, pihaknya tetap mendukung pengembangan ekspor bersama Kementerian Perdagangan sebagai pemasukan devisa negara. Namun, ini dilakukan dengan mengkalkulasi berapa kebutuhan dalam negeri.
“Kami juga berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) untuk bersinergi dengan para pihak terkait dalam menangani logistik,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Executive Vice President (EVP) Komunikasi Korporat dan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLNA gung Murdifi berterima kasih karena perseroan terus mendapat dukungan dari Pemerintah. Khususnya, dalam memastikan terpenuhinya pasokan batubara untuk menjaga keandalan pembangkit listrik.
Hal ini terlihat dengan adanya tambahan komitmen pasokan batubara dari para pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Baca juga : Soal Larangan Ekspor Batubara, Ini Kata Adaro
“Hingga Rabu (5/1), PLN sudah mendapatkan total kontrak 13,9 juta MT batubara. Jumlah tersebut terdiri dari 10,7 juta MT kontrak eksisting PLN dan IPP, dan 3,2 juta MT kontrak tambahan,” ucap Agung kepada Rakyat Merdeka.
Menurutnya, tambahan pasokan ini akan masuk ke pembangkit PLN secara bertahap. Perseroan pun terus meningkatkan kecepatan dan efektivitas bongkar muat kapal pengangkut batubara.
Dia menilai, dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya aman, perseroan akan memprioritaskan penyaluran batubara pada pembangkit-pembangkit listrik dengan level Hari Operasi-nya (HOP) rendah.
“Masa kritis ini belum terlewati. Tapi, kami mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki dan menjalin koordinasi dengan Kementerian ESDM. Serta para pemangku kepentingan lainnya yang terkait rantai pasok batubara,” jelas Agung.
Baca juga : Direksi Terpapar Covid-19, PLN Tetap Pastikan Pengamanan Pasokan Batubara Untuk PLTU
Koordinasi tersebut, kata dia, dilakukan demi mengamankan pasokan batubara hingga mencapai minimal 20 HOP.
Selain itu, pengiriman dan pembongkaran batubara juga dilakukan dengan cepat, efisien dan efektif untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Agung berharap, dengan diambilnya kebijakan oleh Pemerintah dan Kementerian terkait dalam pemenuhan kebutuhan energi primer PLN, khususnya batubara, maka potensi padamnya listrik 10 juta pelanggan PLN dapat dihindari.
“Kami juga berterima kasih kepada pemilik IUP, IUPK dan semua pihak terkait atas dukungannya dalam mengamankan ketahanan energi nasional,” tuturnya.
Baca juga : Peningkatan Keamanan Ruang Siber Jadi Prioritas Pemerintah
Menanggapi ini, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov menilai, negara sebagai pemilik kekayaan SDA sudah sewajarnya memastikan kecukupan batubara untuk hari operasional PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di atas 20 hari (HOP).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya