Dark/Light Mode

Ada Penugasan 35 Ribu MW

Erick Prioritaskan Batubara Buat PLN

Jumat, 7 Januari 2022 06:50 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Youtube @Erick Thohir).
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Youtube @Erick Thohir).

 Sebelumnya 
Meski demikian, pihaknya tetap mendukung pengembangan ekspor bersama Kementerian Perdagangan sebagai pemasukan devisa negara. Namun, ini dilakukan dengan mengkalkulasi berapa kebutuhan dalam negeri.

“Kami juga berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) untuk bersinergi dengan para pihak terkait dalam menangani logistik,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Executive Vice President (EVP) Komunikasi Korporat dan TJSL (Tang­gung Jawab Sosial dan Lingkungan) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLNA gung Murdifi berterima kasih karena perseroan terus menda­pat dukungan dari Pemerintah. Khususnya, dalam memastikan terpenuhinya pasokan batubara untuk menjaga keandalan pem­bangkit listrik.

Hal ini terlihat dengan adanya tambahan komitmen pasokan batubara dari para pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Baca juga : Soal Larangan Ekspor Batubara, Ini Kata Adaro

“Hingga Rabu (5/1), PLN sudah mendapatkan total kontrak 13,9 juta MT batubara. Jumlah tersebut terdiri dari 10,7 juta MT kontrak eksisting PLN dan IPP, dan 3,2 juta MT kontrak tambahan,” ucap Agung kepada Rakyat Merdeka.

Menurutnya, tambahan paso­kan ini akan masuk ke pembangkit PLN secara bertahap. Perseroan pun terus meningkatkan kecepatan dan efektivitas bongkar muat ka­pal pengangkut batubara.

Dia menilai, dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya aman, perseroan akan memprioritaskan penyaluran batubara pada pembangkit-pembangkit listrik dengan level Hari Opera­si-nya (HOP) rendah.

“Masa kritis ini belum terle­wati. Tapi, kami mengerahkan semua sumber daya yang dimi­liki dan menjalin koordinasi dengan Kementerian ESDM. Serta para pemangku kepentingan lainnya yang terkait rantai pasok batubara,” jelas Agung.

Baca juga : Direksi Terpapar Covid-19, PLN Tetap Pastikan Pengamanan Pasokan Batubara Untuk PLTU

Koordinasi tersebut, kata dia, dilakukan demi mengamankan pasokan batubara hingga men­capai minimal 20 HOP.

Selain itu, pengiriman dan pem­bongkaran batubara juga dilakukan dengan cepat, efisien dan efektif untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Agung berharap, dengan di­ambilnya kebijakan oleh Pemerintah dan Kementerian terkait dalam pemenuhan kebutuhan energi primer PLN, khususnya batubara, maka potensi padam­nya listrik 10 juta pelanggan PLN dapat dihindari.

“Kami juga berterima kasih kepada pemilik IUP, IUPK dan semua pihak terkait atas dukungan­nya dalam mengamankan ketahanan energi nasional,” tuturnya.

Baca juga : Peningkatan Keamanan Ruang Siber Jadi Prioritas Pemerintah

Menanggapi ini, Ekonom Insti­tute for Development of Econom­ics and Finance (Indef) Abra Talat­tov menilai, negara sebagai pemilik kekayaan SDA sudah sewajarnya memastikan kecukupan batu­bara untuk hari operasional PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) di atas 20 hari (HOP).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.