Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Tjandra Yoga Aditama
Mengenal Vaksin Booster, Vaksin Tambahan Covid Dan Beberapa Kebijakan Terkait
Rabu, 12 Januari 2022 17:17 WIB
Sebelumnya
Kebijakan Negara-negara
Kebijakan vaksin booster dan vaksin tambahan di berbagai negara tentu dapat berbeda. Di Amerika Serikat (AS), misalnya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS/Centers of Disease Control and Prevention (CDC) membuat kebijakan untuk memberikan vaksin booster Pfizer-BioNTech atau Moderna Covid-19, setidaknya 5 bulan setelah pemberian vaksin primer mRNA vaccine (Pfizer-BioNTech atau Moderna). Serta setidaknya 2 bulan, setelah pemberian vaksin primer Janssen/Johnson & Johnson.
Kalau booster Pfizer-BioNTech atau Moderna tidak dapat diberikan, maka pilihan lain adalah booster dengan vaksin Jansen/Johnson & Johnson.
Selain memberi booster, CDC juga merekomendasikan pemberian vaksin tambahan. Dengan interval waktu setidaknya 28 hari sesudah vaksinasi primer, pada mereka yang dengan gangguan imunologis sedang dan berat (moderately - severely immunocompromised), dan pada orang lanjut usia yang membutuhkan.
Baca juga : Jokowi Tahu Isi Dompet Rakyat
Ada enam keadaan yang digolongkan sebagai gangguan imunologi sedang dan berat. Pertama, penerima pengobatan aktif untuk tumor atau kanker darah. Kedua, penerima transplantasi organ tubuh dan konsumsi obat untuk menekan sistem imun.
Ketiga, penerima transplantasi sumsum tulang dalam dua tahun terakhir, atau mengkonsumsi obat yang menekan sistem imun. Keempat, mereka yang didiagnosis gangguan imunologis sedang dan berat, seperti menderita DiGeorge syndrome atau Wiskott-Aldrich syndrome.
Kelima, mereka dengan HIV yang mempunyai viral load tinggi atau angka CD4 rendah. Atau, tidak mengkonsumsi obat untuk mengatasi HIV-nya.
Keenam, mereka yang mengkonsumsi obat steroid dosis tinggi, atau obat lain yang mungkin dapat menekan sistem imunnya.
Baca juga : Pemerintah Jamin Vaksin Booster Cukup Dan Tak Basi
Akan baik kalau kita di Indonesia juga mempertimbangkan pemberian vaksinasi tambahan, selain pemberian booster yang sudah dimulai.
Di Inggris, ada tiga jenis vaksin yang dapat digunakan sebagai booster. Yaitu Pfizer, Moderna dan Oxford/AstraZeneca.
Tetapi, memang lebih dianjurkan penggunaan vaksin mRNA yaitu Pfizer atau Moderna sebagai booster, apa pun jenis vaksin primer yang pernah diterima sebelumnya.
Kalau karena alasan medik atau alergi, tidak dapat disuntik vaksin Pfizer atau Moderna, maka seseorang dapat diberikan vaksin AstraZeneca.
Baca juga : KSP: Jangan Khawatir, Manfaat Vaksin Booster Sudah Dikaji Secara Ilmiah
Pihak otoritas di Inggris juga menyebutkan, mereka masih mengumpulkan data ilmiah tentang perkembangan terakhir bagaimana pemberian vaksin booster ini.
Penelitian United Kingdom Health Security Agency menunjukkan, dua minggu sesudah pemberian booster, level proteksi akan naik sampai 93,1 persen pada mereka yang menerima vaksin primer AstraZeneca.
Mereka yang disuntik vaksin primer Pfizer, level proteksinya naik menjadi 94 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya