Dark/Light Mode

Jadi Pangkostrad

Jejak Maruli Memang Top

Minggu, 23 Januari 2022 07:50 WIB
Pangdam IX/Udayana, Mayjen Maruli Simanjuntak resmi ditunjuk sebagai Pangkostrad yang baru. (Foto: Istimewa)
Pangdam IX/Udayana, Mayjen Maruli Simanjuntak resmi ditunjuk sebagai Pangkostrad yang baru. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati menilai, ditunjuknya Maruli merupakan keputusan yang tepat. Sebab, Maruli punya berbagai kemampuan yang mumpuni.

“Mayjen Maruli ini dikenal sebagai sosok cerdas, akademik, rendah hati dan memiliki kemampuan intelijen yang baik juga,” ujar Nuning, sapaan akrabnya, kepada RM.id, Sabtu (22/1).

Baca juga : Mantu Luhut Yang Jadi Pangkostrad Nggak Punya Mobil, Hartanya Rp 51,65 M

Karena itu, Nuning mengaku heran terhadap pihak-pihak yang mengaitkan penunjukan Maruli dengan statusnya sebagai menantu Luhut. “Saya heran bila ada mantu Jenderal naik pangkat pasti heboh. Padahal harusnya lihat juga yang bersangkutan berkemampuan baik ya,” tuturnya.

Nuning menyatakan, sebagai Pangkostrad, Mayjen Maruli memiliki sejumlah pekerjaan rumah alias PR. Salah satunya, meningkatkan kemampuan militer dan akademik SDM Kostrad. “Juga, meningkatkan pengetahuan kekinian seperti IT, serta situasi kondisi negara yang dilanda pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Baca juga : Pamor KPK Melambung Tinggi

Selain itu, Pangkostrad juga harus mampu meningkatkan kemampuan intelijen, serta interoperabilitas prajurit dan perwira. “Juga meningkatkan kemampuan prajurit dalam hadapi fluktuasi ancaman daerah konflik seperti Papua, Papua Barat dan Aceh, dan daerah lainnya,” tandas Nuning.

Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Pertahanan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Robi Sugara tidak risih dengan skema mantu effect yang terjadi di tubuh TNI. Menurut dia, pola ini juga terjadi di negara adidaya seperti Amerika Serikat.

Baca juga : Nadia Mulya Sering Ajak Anak Berolahraga

“Tapi bukan mantu yang diangkat, melainkan anak kandung dari orang tuanya yang pernah berkarir di militer. Di Indonesia sepertinya polanya juga sama, meski belum tau hasil surveinya (mantu effect),” jelas Robi. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.