Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ratusan Dokter Gigi Gugur, PDGI: Awas Gelombang 3 Omicron

Senin, 24 Januari 2022 14:27 WIB
Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Hananto Seno. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Hananto Seno. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. Hananto Seno mengatakan, organisasi yang dipimpinnya ini terus meningkatkan kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19. Sebab, tercatat, sudah ratusan dokter gigi gugur medio 2020-2021.

"Kami telah mengeluarkan buku panduan bagi para dokter gigi di seluruh Indonesia. Termasuk versi digital agar mudah di download. Insya Allah mampu meminimalisir penularan apapun jenis virusnya," ujar Seno, di acara syukuran ulang tahun PDGI ke-72, di Jakarta, Senin (24/1).

Mantan dokter kepresidenan era SBY-JK dan Jokowi-JK ini menceritakan PDGI tetap waspada terhadap berbagai varian Covid-19. Hingga yang terbaru, merebaknya varian Omicron. Analisanya, varian paling baru itu tidak seganas kakaknya terdahulu.

"Penyebarannya saja lebih cepat. Tapi untuk dapat memicu kematian secara masif, nggak lah, hal ini karena keberhasilan program vaksinasi dan masyarakat disiplin dalam protokol kesehatan," katanya.

Berita Terkait : KSP: Vaksin Booster Gratis Tutup Peluang Permainan Harga

Namun begitu, PDGI tetap waspada. Salah satu bentuk kewaspadaannya adalah dengan tetap menjaga Protokol Kesehatan secara ketat dalam setiap kegiatannya.

"Termasuk di momentum Kongres PDGI Maret mendatang di Balikpapan," ungkapnya.

Purnawirawan dokter TNI Angkatan Darat menceritakan tentang prosedur ketat para peserta di acara Kongres PDGI. Di antaranya, sudah melakukan vaksin yang ketiga dan menunjukkan hasil swab negatif, dan memiliki aplikasi Peduli Lindungi.

Selain itu, para peserta kongres dari luar daerah, wajib dilakukan screening terlebih dahulu sebelum mengikuti kongres. Pun, tetap menggunakan masker jenis KN95, dan menjalani protokol seperti menjaga jarak.

Berita Terkait : Rayakan Hari Ibu, Kaum Adam Gelar Lomba Masak

Dokter yang pernah bertugas di medan perang Bosnia Herzegovina pada 1995-1996 silam ini berharap, di akhir periode kepemimpinannya bisa meninggalkan sesuatu yang bernilai bagi PDGI dan bangsa.

"Salah satunya memperkuat keilmuan para dokter gigi, terutama dibidang komunikasi dan mediasi. Ini penting dipelajari agar bisa komunikasi baik dengan pasien dan bisa bermediasi ketika menghadapi masalah ketidakpuasan pasien," imbuhnya.

Pria yang sudah lebih dari 14 tahun aktif di kepengurusan PB PDGI ini juga berharap organisasinya ini terus meningkatkan kegiatan sosial di tengah masyarakat, serta membuat kebijakan guna mencegah perang tarif antar klinik dokter gigi yang menggunakan strategi marketing umum seperti diskon.

"Pengurangan tarif yang tak wajar bisa menurunkan kualitas layanan kesehatan gigi bagi masyarakat. Ujung-ujungnya bisa terjadi malpraktek. Ini harus dihindari," pungkasnya.

Berita Terkait : Jangan Ngotot Liburan, Awas Kecantol Omicron

Untuk diketahui, syukuran HUT PDGI ke-72 ini meliputi kegiatan sosial berupa santunan kepada yatim. Acara yang juga digelar secara daring ini juga mendapatkan sejumlah ucapan selamat dari para pejabat.

Di antaranya, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga mantan kepala BIN AM Hendropriyono. [BSH]