Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Konsolidasi Dengan FKPPI Jawa Timur, Bamsoet Tegaskan Kewajiban Bela Negara
Senin, 7 Maret 2022 23:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya semua warga negara Indonesia ikut dalam bela negara. Ketua MPR yang akrab disapa Bamsoet ini menuturkan, dalam UUD NRI Tahun 1945 disebutkan bahwa bela negara tidak hanya menjadi hak warga negara, tetapi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan.
Bamsoet juga menyampaikan pesan Ketua Umum Keluarga Besar FKPPI Pontjo Sutowo agar seluruh komponen Keluarga Besar Putra/putri TNI/Polri melakukan konsolidasi organisasi menjelang tahun politik 2024. Hal ini guna menyatukan 'anak kolong' di berbagai wilayah Indonesia untuk ikut menjaga dan setia pada Sapta Marga sebagai doktrin prajurit TNI dan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai doktrin anggota Polri. Upaya tersebut untuk mencegah ancaman militer dan non militer yang tidak lagi kasat mata dan dapat memecah-belah bangsa.
"Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada Pasal 27 Ayat (3), bahwa 'Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara'. Amanat ini dipertegas lagi pada Pasal 30 Ayat (1) yang menyatakan bahwa, tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara," ujar Bamsoet, saat bertemu dengan Pengurus Daerah (PD) XIII FKPPI Jawa Timur, di Surabaya, Senin (7/3).
Baca juga : Sambangi PP Jabar, Bamsoet Dukung Pelaksanaan Apel Siaga Kesetiaan Pancasila
Acara ini dihadiri Pengurus Daerah XIII FKPPI Jawa Timur antara lain Dewan Penasehat Teguh Soedarto, Zainal Abidin, Boedi Harjanto dan Heroe Soekotjo, Plt Ketua Tjahjo Widodo, Wakil Ketua Sahat Simanjuntak dan Sekretaris Tony Hartono. Turut hadir Dewan Pertimbangan Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI Haribowo Soekotjo. Sebelum bertemu kader-kader anak kolong, Bamsoet disambut Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto dan Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Agus Setiawan di Markas Besar Kodam V/Brawijaya, Surabaya Jawa Timur.
Ketua DPR ke-20 ini mengingatkan, seiring laju perkembangan zaman, upaya bela negara semakin dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks, canggih dan rumit. Upaya bela negara tidak lagi hanya terfokus pada kekuatan fisik militer. Karena ancaman terhadap kedaulatan negara hadir dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, budaya, politik ideologi, dan berbagai ancaman lainnya yang bersifat soft power.
"Sebagai bangsa yang besar kita harus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan mempertebal kecintaan kepada bangsa Indonesia. Tugas kita adalah menjaga apa yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa agar Indonesia tetap bersatu dan tidak terpecah-pecah," tegas Bamsoet.
Baca juga : Konsolidasi FKPPI Jabar, Bamsoet Minta Anak Kolong Kompak Dukung IKN
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia ini menambahkan, spektrum konsepsi bela negara juga harus dimaknai dari sudut pandang yang lebih luas dan komprehensif. Menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa agar tidak diklaim oleh negara lain, misalnya, merupakan tindakan yang termasuk dalam kategori bela negara.
"Menjaga kedaulatan pangan nasional adalah bela negara. Mengkampanyekan gerakan cinta produk dalam negeri adalah bela negara. Menggalang aksi sosial kemanusiaan di masa pandemi Covid-19, juga termasuk bela negara," ujar Bamsoet.
Bamsoet juga menyampaikan untuk menguatkan semangat kader dalam Bela Negara, FKPPI akan kembali menggelar Apel Kebangsaan Bela Negara pada Oktober 2023 di lapangan Monas Jakarta. Acara tersebut rencananya akan dihadiri 10.000 kader yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan lainnya.
Apel Siaga atau Apel Kebangsaan FKPPI kali ini sengaja diselenggarakan menjelang Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024. Hal tersebut dilakukan agar pesta demokrasi tidak dinodai oleh politik identitas dan memecah belah bangsa. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya