Dark/Light Mode

Konsolidasi FKPPI Jabar, Bamsoet Minta Anak Kolong Kompak Dukung IKN

Jumat, 4 Maret 2022 21:32 WIB
Ketua MPR/Wakil Ketua Umum FKPPI Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Ketua MPR/Wakil Ketua Umum FKPPI Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) Bambang Soesatyo mengingatkan para kader FKPPI, sebagai “anak kolong” wajib menjaga dan setia pada Sapta Marga sebagai doktrin prajurit TNI serta Tribrata dan Catur Prasetya sebagai doktrin anggota Polri dalam menghadapi berbagai tantangan yang mencoba memecah belah bangsa melalui gerakan anti toleransi yang mengadu domba suku, ras, dan agama. Sekaligus wajib mendukung berbagai program kerja pembangunan yang dilakukan pemerintah, seperti pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN Nusantara).

Bamsoet, sapaan akrab Bambang, menyatakan, Presiden Jokowi pada saat memberikan pengarahan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI beberapa hari lalu menegaskan, pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur sudah final. Baik secara politik maupun secara administratif. Terlebih setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.

“Sehingga tidak perlu lagi ada pertentangan, khususnya di dalam keluarga besar TNI-Polri. Disiplin TNI-Polri berbeda dengan disiplin masyarakat sipil. Karenanya sebagian bagian dari keluarga besar TNI-Polri, para kader FKPPI harus ikut menyukseskan pembangunan IKN Nusantara," ujar Bamsoet, saat bertemu pengurus dan kader Pengurus Daerah X FKPPI Jawa Barat, di Kantor FKPPI Jawa Barat, Bandung, Jumat (4/3).

Baca juga : Soal Rasisme Di Liga 3, Pengamat Minta Persikota Tangerang Dihukum

Pengurus Daerah X FKPPI yang hadir antara lain, Ketua FKPPI Jawa Barat Yana Mulyana yang juga Wali Kota Bandung, Bendahara Irwan Koesdradjat, Wakil Sekretaris Hendar, dan Sekretaris Dewan Penasihat Eddy Jahari. Turut hadir Ketua Pengurus Cabang FKPPI Kota Bandung Adde Mararif, dan Ketua Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta FKPPI Jawa Barat Charlie Hutabarat. 

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, untuk semakin menguatkan semangat kader FKPPI dalam Bela Negara, FKPPI kembali akan kembali menggelar Apel Kebangsaan Bela Negara pada Oktober 2023 di lapangan Monas Jakarta dengan kekuatan 10.000 kader dari Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Ini seperti Apel Siaga FKPPI 2017 yang dihadiri Presiden Jokowi sebagai Inspektur Upacara dan dirinya menjadi Komandan Upacara. 

Apel Siaga atau Apel Kebangsaan FKPPI kali ini sengaja diselenggarakan menjelang Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak 2024. Tujuannya, sebagai pesan bahwa Pemilu dan Pilkada sebagai pesta demokrasi rakyat, tidak boleh dinodai oleh politik identitas yang menyalahgunakan keanekaragaman suku, agama, ras, dan antar golongan untuk memecah belah bangsa. Siapa pun yang berusaha merusak dan memecah belah bangsa, akan berhadapan dengan FKPPI.

Baca juga : Kapolda Papua Minta Bupati Puncak Deketin KKB

"Demokrasi tidak akan memberikan hasil optimal untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyejahterakan rakyat, apabila politik identitas yang mengikis idealisme dan komitmen politik sebagai sarana perjuangan mewujudkan aspirasi rakyat malah semakin berkembang. Berkembangnya kecenderungan politik identitas dan sentimen primordial dalam kontestasi pemilihan umum merupakan ancaman bagi masa depan demokrasi dan kebhinnekaan bangsa," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengingatkan, Indonesia juga masih menghadapi ancaman yang umumnya bersifat internal. Bentuk gangguannya adalah separatisme, terorisme, konflik komunal, radikalisme, bencana alam, serta persoalan keamanan perbatasan. Beberapa bentuk gangguan lain adalah keamanan maritim dan kejahatan transnasional.

"Selain itu, kader FKPPI juga harus menjadi bagian dalam meneguhkan kemandirian ekonomi. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi keindahan alam Bandung melalui program Desa Wisata Agro (DEWA), Desa Wisata Industri (DEWI), dan Desa Digital (DEDI). Terlebih pemerintah telah mengalokasikan Dana Desa mencapai Rp 68 triliun dalam APBN 2022, yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan desa melalui DEWA, DEWI, dan DEDI. Tidak sulit mengembangkannya. Untuk wisata alam, misalnya, cukup dibuat menarik untuk foto yang instagramable, pasti akan mendatangkan banyak turis, yang pada akhirnya bisa menambah pemasukan untuk masyarakat sekitar," pungkas Bamsoet. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.