Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Demikian pula industri hiburan berbasis visual seperti televisi. Penonton, yang katanya raja itu, akan mencari model tayangan yang terasa memuaskan yang tidak ada ujung dan akhirnya.
Baca juga : Harga Jagung Rawan Melonjak
Di sini kemudian kita melihat bahwa industri tayangan kemudian mengubah pola dan durasinya. Dari yang tadinya mingguan, menjadi harian; dari yang tadinya tayang jam-jaman saja, berubah menjadi tayang berjam-jam sekaligus.
Baca juga : Ogah Maju Tanpa Perahu PKS
Penonton pun seperti terpuaskan. Di studio, penonton berjoget, tertawa, gembira dengan durasi yang lama. Di rumah, pemirsa menyaksikan kegembiraan itu dan seperti ikut larut. Di kantor-kantor stasiun tv, para investor, petinggi tv dan para direktur tertawa lega karena jualan mereka laku keras, yang berarti iklan akan mengalir deras.
Baca juga : Wali Kota Batam Digadang NasDem Jadi Cagub Kepri
Padahal setiap puncak selalu ada ujungnya. Dalam industri tayangan, durasi lama dan partisipatif itu adalah puncak. Karena di ruang sebelah, industri hiburan yang tiada akhir dan tiada habis, justru hadir langsung di kamar-kamar, pada gawai yang bisa dipegang dan dibawa ke mana pun, serta bisa disetel tanpa menunggu jam siaran.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.