Dark/Light Mode

Warga Kota dan Budaya Klik

Kamis, 10 Maret 2022 11:05 WIB
Dr. Tantan Hermansah, pengampu MK Sosiologi Perkotaan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Anggota Komisi Infokom MUI Pusat
Dr. Tantan Hermansah, pengampu MK Sosiologi Perkotaan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Anggota Komisi Infokom MUI Pusat

 Sebelumnya 
Demikian pula industri hiburan berbasis visual seperti televisi. Penonton, yang katanya raja itu, akan mencari model tayangan yang terasa memuaskan yang tidak ada ujung dan akhirnya.

Baca juga : Harga Jagung Rawan Melonjak

Di sini kemudian kita melihat bahwa industri tayangan kemudian mengubah pola dan durasinya. Dari yang tadinya mingguan, menjadi harian; dari yang tadinya tayang jam-jaman saja, berubah menjadi tayang berjam-jam sekaligus.

Baca juga : Ogah Maju Tanpa Perahu PKS

Penonton pun seperti terpuaskan. Di studio, penonton berjoget, tertawa, gembira dengan durasi yang lama. Di rumah, pemirsa menyaksikan kegembiraan itu dan seperti ikut larut. Di kantor-kantor stasiun tv, para investor, petinggi tv dan para direktur tertawa lega karena jualan mereka laku keras, yang berarti iklan akan mengalir deras.

Baca juga : Wali Kota Batam Digadang NasDem Jadi Cagub Kepri

Padahal setiap puncak selalu ada ujungnya. Dalam industri tayangan, durasi lama dan partisipatif itu adalah puncak. Karena di ruang sebelah, industri hiburan yang tiada akhir dan tiada habis, justru hadir langsung di kamar-kamar, pada gawai yang bisa dipegang dan dibawa ke mana pun, serta bisa disetel tanpa menunggu jam siaran.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.