Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Ini warning bagi kita agar perlahan saja menuju endemi. Jangan buru-buru longgarkan semua,” kata @ProfessorZubairi.
“Beberapa negara Asia Tenggara telah mengumumkan rencana menjadikan Covid-19 sebagai endemi. Salah satunya Malaysia dan Thailand,” ujar @kaukutangkap.
Menurutnya, alasan pengubahan status menjadi endemi untuk menormalisasi kegiatan masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Syaratnya, Vaksinasi Lengkap Penyebaran Corona Melandai
Akun @otnayramisme meminta masyarakat segera melengkapi vaksin dan tetap patuhi protokol kesehatan.
“Masker masih wajib dipakai karena memang penangkal terbaik selama ini adalah memakai masker. Tetapi keputusan menuju endemi memang sudah harus dilakukan,” kata @Geoff74Geoff.
Akun @kanadevanj menilai, ada positif dan negatif transisi dari pandemi menuju endemi. Yang penting, kembali ke diri masing-masing. Tetap menjaga prokes dan kesehatan.
Baca juga : Persiapan Menuju Endemi, Kapolri Terus Kebut Akselerasi Vaksinasi
“Kita tetap waspada, hati-hati, patuhi protokol kesehatan (prokes) serta mengurangi mobilitas masyarakat,” ujar @vrt_56.
Akun @andraokt mengatakan, selama masih terjadi penularan, skenario akan adanya varian terbaru tetap terbuka. “Varian baru semakin melemah dan menjadi seperti flu biasa,” katanya.
“Setiap ada varian baru, pasti ada gelombang baru Covid-19. Selama tidak ada upaya menekan penularan dan meratakan cakupan vaksinasi karena varian baru, maka penularan akan terus ada,” tukas @drningz.
Baca juga : Jalan Panjang Menuju Endemi
“Namanya juga virus, akan selalu bermutasi dan itu wajar,” sahut @r_aryoputro. “Yang penting nggak bermutasi yang merugikan manusia,” tambah @masfahrul_85.
Akun @Sevanofelix mengingatkan, keputusan perubahan pendemi menjadi endemi adalah otoritas Badan Kesehatan Dunia (WHO). Biasanya, WHO membuat protokol atau dokumentasi internasional yang diratifikasi. “Bukan kita yang ngatur, yah,” katanya.
“WHO juga sudah memperingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih jauh dari kata usai,” tandas @Ferdymad. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya